Ditjenpas Ungkap Fakta soal Video Rumah Dinas Kalapas Waingapu Digerebek

Pada video durasi 3 detik yang beredar, saat penggerebekan ada seseorang diduga bukan penghuni resmi.

Diterbitkan 01 Agustus 2026, 12:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Video penggerebekan rumah dinas Kalapas Waingapu adalah kejadian lama November 2024.
  • Mantan Kalapas berinisial RB dicopot, diperiksa, dan kini diberhentikan sementara karena kasus narkoba.
  • Ditjenpas berkomitmen nol toleransi terhadap pelanggaran dan meminta masyarakat bijak menyaring informasi.

Liputan6.com, Jakarta - Viral video dengan narasi petugas menggerebek rumah dinas kepala lembaga pemasyarakatan (Rumdin Kalapas) Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) menanggapi.

Juru Bicara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rika Aprianti, mengatakan rekaman dalam video tersebut merupakan kejadian tahun 2024. Penghuni rumah dinas berinisial RB telah dijatuhi sanksi tegas.

"Video tersebut adalah video lama yang terjadi pada November 2024," katanya dikutip dari Antara, Sabtu (1/8/2026).

RB saat itu menjabat sebagai Kalapas Waingapu. Setelah penggerebekan itu, RB langsung dicopot dari jabatannya dan dilakukan pemeriksaan serta tindakan administratif.

 

Eks Kalapas Waingapu juga Terseret Kasus Narkoba di Jambi

Saat ini, RB berstatus sebagai ASN di Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjenpas Provinsi Jambi yang diberhentikan sementara.

Tindakan ini dilakukan karena yang bersangkutan sedang menjalani proses hukum dan telah ditahan oleh Polda Jambi.

"Dia (RB) diduga terlibat peredaran narkoba, sudah diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Rika menekankan, bahwa video yang beredar saat ini merupakan video lama yang terjadi di tahun 2024, namun diunggah kembali oleh akun-akun media sosial dengan narasi yang tidak tepat, di antaranya terkait waktu kejadian.

"Komitmen Ditjenpas tetap sama, tidak ada toleransi terhadap terjadinya pelanggaran. Apabila terbukti maka sanksi tegas akan diterapkan," katanya menegaskan.

Rika pun mengapresiasi masukan yang membangun dari masyarakat, dan meminta dukungannya untuk mengoreksi informasi yang salah.

Dia mendorong masyarakat bersikap bijak dalam menerima informasi, tidak terburu-buru membentuk opini, tanpa didukung fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Kami berharap dukungan masyarakat untuk senantiasa mengedepankan informasi yang telah terverifikasi, memahami konteks suatu peristiwa secara utuh, serta tidak menyebarluaskan informasi yang berpotensi menimbulkan disinformasi maupun kesalahpahaman di ruang publik," ujar Rika.

 

Heboh Video Penggerebekan

Sebuah video berdurasi 3 menit beredar luas di sejumlah media sosial dengan narasi penggerebekan di Rumah Dinas Kalapas Waingapu. Di mana dalam video tersebut, petugas menemukan seorang perempuan  yang diduga bukanlah penghuni resmi.

Adapun penggerebekan dilakukan karena petugas menerima laporan penyalahgunaan wewenang dalam menempati rumah dinas milik negara.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6