Segini Biaya Bangun Ulang JPO Tendean

Biaya pembangunan tak akan pakai APBD.

Diterbitkan 21 Juli 2026, 18:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemprov DKI berencana membangun kembali JPO Tendean yang roboh.
  • Anggaran pembangunan diperkirakan Rp 5-6 miliar, dicari dari luar APBD.
  • Pembangunan menunggu kepastian pendanaan, meski Gubernur minta segera.

Liputan6.com, Jakarta - Pemprov DKI berniat membangun kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean, Jakarta Selatan (Jaksel) yang roboh usai ditabrak truk. Perhitungan sementara, anggaran pembangunan Rp 5-6 miliar

“Mungkin sekitar Rp 5-6 miliar,” kata Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih menghitung kebutuhan anggaran sekaligus mencari skema pendanaan untuk merealisasikan pembangunan kembali JPO Tendean. Heru mengatakan, besaran anggaran itu masih berupa estimasi awal karena perhitungan teknis masih dilakukan.

“Anggarannya kan mau kita hitung dulu,” dia Heru.

Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen membangun kembali JPO Tendean. Namun, kata Heru sebelum proses konstruksi JPO Tendean dimulai, Pemprov DKI Jakarta harus lebih dulu memastikan sumber pembiayaannya.

“Yang jelas JPO-nya ya, itu mau dibangun lagi ya. Akan dicarikan pembiayaan. Itu aja ya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat nggak lama sudah ada kabar untuk pembangunan JPO,” ungkapnya.

 

Dana Tak Pakai APBD

Ia menjelaskan skema pendanaan yang disiapkan tidak berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Salah satu opsi yang sedang dikaji ialah memanfaatkan sumber pembiayaan di luar APBD, termasuk melalui mekanisme kompensasi koefisien lantai bangunan (KLB).

“Pembiayaannya dicarikan dari luar. Ya, mungkin dari KLB mungkin ya,” ucap Heru.

Meski Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah meminta agar pembangunan JPO segera direalisasikan, Heru mengatakan pelaksanaannya masih bergantung pada kepastian pendanaan.

“Pak Gub minta (dibangun) segera. Ya kan kita belum dapat pembiayaannya. Lagi dicarikan dulu nanti (dananya),” tandas dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6