Puluhan Wisatawan Mancanegara Ikut Tampil di Banyuwangi Ethno Carnival 2026, Ruang Interaksi Budaya Dunia

Puluhan wisatawan mancanegara ikut tampil di BEC 2026. Parade bertema Perang Bayu menjadi ajang pertukaran budaya yang memikat turis dari berbagai negara.

Diterbitkan 20 Juli 2026, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Banyuwangi - Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 tak hanya menjadi panggung bagi ratusan talent lokal. Puluhan wisatawan mancanegara juga turut ambil bagian dalam parade budaya yang digelar Sabtu (18/7/2026), menjadikan ajang ini sebagai ruang interaksi budaya yang melibatkan masyarakat dari berbagai negara.

Mengusung tema "Perang Bayu-The Great War of Blambangan", BEC tahun ini diikuti wisatawan asal Inggris, Belgia, Amerika Serikat, Swedia, Afrika, Pakistan, Belanda, dan sejumlah negara lainnya.

Para peserta internasional tersebut mengenakan kostum etnik yang terinspirasi dari kisah heroik Perang Bayu. Bersama ratusan talent lainnya, mereka berjalan menyusuri rute parade sepanjang sekitar dua kilometer, mulai dari Taman Blambangan hingga Jalan Ahmad Yani.

Keikutsertaan wisatawan asing membuat Banyuwangi Ethno Carnival berkembang bukan hanya sebagai pertunjukan budaya, tetapi juga menjadi wadah pertukaran budaya yang mempertemukan masyarakat lokal dengan dunia internasional.

Para wisatawan mengaku terkesan dengan kekayaan budaya Banyuwangi. Mereka menilai setiap kostum yang ditampilkan memiliki filosofi yang kuat, didukung keramahan masyarakat serta semangat gotong royong yang mereka rasakan sejak proses persiapan hingga pelaksanaan acara.

Wisatawan Asing Terpukau Filosofi Kostum dan Keramahan Warga Banyuwangi

Jerome, wisatawan asal Belgia, mengaku antusias karena kunjungan pertamanya ke Indonesia bertepatan dengan penyelenggaraan Banyuwangi Ethno Carnival.

"Saya sangat excited. Ini pertama kali saya ke Indonesia, pertama kali juga ke Banyuwangi dan bertepatan dengan digelarnya event BEC. Saya merasa sangat terhormat bisa menjadi bagian dari agenda akbar masyarakat Banyuwangi ini," ujar Jerome.

Kesan mendalam juga dirasakan Murad, wisatawan asal Pakistan. Pemuda berusia 21 tahun itu menyebut keterlibatannya sebagai peserta BEC 2026 menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan.

Melissa Curtis dari Inggris mengaku kagum setelah mengetahui filosofi yang terkandung dalam kostum yang dikenakannya. "Amazing experience. Pakaian yang saya kenakan ini ternyata sarat filosofi," ungkap Melissa.

Ribuan Penonton Padati Parade Bertema Perang Bayu

Pagelaran BEC 2026 berlangsung meriah. Ribuan warga memadati sepanjang 2 kilometer rute parade kolosal tersebut, di Taman Blambangan. Meskipun parade baru digelar pukul 13.00, sejak pagi banyak yang telah berdatangan untuk mendapatkan posisi terbaik menyaksikan event yang memasuki tahun ke-14 tersebut.

Mereka rela berpanas-panasan berjam-jam demi menyaksikan kemegahan parade yang tahun ini mengusung tema "Perang Bayu", kisah heroik perjuangan masyarakat Banyuwangi melawan penjajahan Belanda pada abad ke-18 dan menjadi bagian penting sejarah berdirinya Banyuwangi.

Ratusan talent pun tampil memukau mengenakan kostum etnik spektakuler yang memadukan unsur seni, sejarah, dan budaya Banyuwangi hingga garis finis di Jalan A. Yani. Sorak sorai dan tepuk tangan penonton terus mengiringi setiap penampilan. 

BEC pun menjadi daya tarik bagi wisatawan asing. Salah satunya Cynthia asal Belanda yang terkesan dengan BEC. Dia mengapresiasi kreativitas para talent yang membuat kostum dengan atraktif dan memiliki sejarah. 

“Amazing, sangat kagum dengan kostumnya yang megah. Yang paling menarik adalah history yang diangkat pada pertunjukkan ini, semuanya bagus dan indah. Saya juga bahagia, orang-orang di sini ramah, suatu saat saya akan kesini lagi,” kata Cynthia.

BEC tahun ini mengusung tema Perang Bayu, yang mengangkat kisah perjuangan masyarakat Blambangan melawan penjajahan Belanda pada abad ke-18.

Memasuki penyelenggaraan ke-14, BEC terus menghadirkan inovasi dalam mengemas budaya lokal menjadi pertunjukan yang mampu menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara. Ratusan peserta tampil mengenakan kostum artistik yang merepresentasikan semangat perjuangan, sejarah, dan kekayaan budaya Banyuwangi sepanjang rute parade. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6