Kebakaran Dapur Gizi RSUD Saiful Anwar Malang, Asap Sempat Masuk Ruang Anak

Api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 14.50 WIB.

Diterbitkan 10 September 2026, 09:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Dapur Gizi RSSA Malang terbakar, kerugian ditaksir Rp 900 juta.
  • Tidak ada korban jiwa, pasien anak dievakuasi sementara.
  • Diduga korsleting listrik, operasional RS tidak terganggu.

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran menghanguskan area Dapur Gizi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang pada Rabu (9/9/2026) sore. Amukan si jago merah yang melahap lahan seluas 300 meter persegi tersebut menelan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp 900 juta.

Direktur RSSA Malang, Mochamad Bachtiar Budianto, mengonfirmasi estimasi kerugian tersebut.

"Area kebakaran sekitar 300 meter persegi dengan kerugian yang timbul atas kejadian ini diperkirakan sebesar Rp 900 juta," ujar Bachtiar, Kamis (10/9/2026)

Api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 14.50 WIB. Manajemen rumah sakit merespons cepat dengan langsung mengaktifkan sistem tanggap darurat (code red) untuk mempercepat evakuasi.

Tujuh unit armada Pemadam Kebakaran Kota Malang diterjunkan ke lokasi hingga api berhasil dipadamkan total pada pukul 15.40 WIB.

Meski tidak ada korban jiwa, kepulan asap tebal sempat menerobos ke ruang rawat inap anak dan ruang rawat inap ibu/wanita.

"Sebagai langkah antisipasi, pasien anak langsung kita evakuasi dan dipindahkan ke ruangan yang lebih aman. Sedangkan pasien ibu/wanita sempat dievakuasi sebelum akhirnya kembali ke ruangan asal sekitar pukul 16.00 WIB setelah kondisi dipastikan kondusif," tambahnya.

Penyebab Kebakaran

Dugaan sementara menunjukkan api dipicu oleh korsleting listrik pada bagian atap ruang dapur. Namun, kepastian penyebab kebakaran masih menunggu hasil investigasi olah TKP oleh pihak kepolisian yang dijadwalkan pada hari ini Kamis (10/9/2026).

"Area terdampak kini dipasang garis polisi untuk kepentingan penyidikan pihak berwajib," paparnya

Akibat rusaknya fasilitas Dapur Gizi, manajemen RSSA mengambil langkah cepat guna memastikan asupan nutrisi pasien tidak terganggu. Untuk sementara, pasokan makanan pasien dialihkan melalui kerja sama dengan pihak katering eksternal yang tetap mengacu pada standar pelayanan gizi medis.

Bachtiar menegaskan bahwa insiden ini tidak mengganggu operasional utama rumah sakit, baik di Instalasi Gawat Darurat (IGD), rawat inap, maupun rawat jalan.

"Proses perbaikan fasilitas juga akan segera kita lakukan begitu investigasi kepolisian rampung agar operasional dapur dapat kembali normal," pungkasnya

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6