Pramono Minta Senayan City dan Plaza Senayan Terhubung Terowongan Bawah Tanah

Rencana menghubungkan Senayan City dan Plaza Senayan sebenarnya sudah lama muncul.

Diterbitkan 30 Juni 2026, 20:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mewajibkan Senayan City dan Plaza Senayan membangun terowongan bawah tanah sebagai akses penghubung antarkedua pusat perbelanjaan. Jika menolak, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengancam akan menaikkan pajak kedua mal tersebut.

Pramono mengatakan, rencana menghubungkan Senayan City dan Plaza Senayan sebenarnya sudah lama muncul. Namun, hingga kini belum terealisasi karena masing-masing pengelola masih mempertahankan kepentingannya.

"Jadi untuk Senayan City dengan Plaza Senayan, itu juga saya wajibkan untuk dihubungkan di bawah. Egonya memang dari dulu tidak pernah ketemu," kata Pramono saat menjadi narasumber dalam Investor Daily Roundtable di Main Hall Bursa Efek Indonesia (IDX), Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026).

Ia menegaskan, apabila kedua pengelola tetap menolak membangun terowongan penghubung, Pemprov DKI akan menggunakan instrumen pajak sebagai bentuk tekanan.

"Saya bilang kalau tidak mau disambungkan, ya sudah, pajaknya kita naikkan karena mengganggu lalu lintas. Itulah cara kerja kita. Jadi kita tidak usah repot, pajaknya dinaikkan saja. Pasti mereka akan bersedia untuk bernegosiasi karena hal itu saling menguntungkan mereka berdua," ungkap Pramono.

Menurutnya, pembangunan akses bawah tanah tersebut merupakan bagian dari rencana besar Pemprov DKI Jakarta untuk memperkuat konektivitas antarkawasan yang terintegrasi dengan transportasi publik dan konsep Transit-Oriented Development (TOD).

Pasar Baru Disulap Seperti Myeongdong

Pramono mencontohkan, ketika jalur MRT fase selatan tersambung hingga Kota Tua, sejumlah kawasan diproyeksikan tumbuh menjadi pusat aktivitas ekonomi baru karena semakin mudah diakses masyarakat.

"Maka banyak TOD yang akan berkembang. Salah satunya adalah Pasar Baru. Bahkan saya membayangkan Pasar Baru itu akan menjadi seperti Myeongdong. Nanti di sepanjang jalan kita buka untuk restoran, kita permudah akses ke sana. Kalau sekarang memang belum bisa, karena apa? Aksesnya tidak ada," ujarnya.

Pramono meyakini kemudahan akses akan menjadi kunci kebangkitan sejumlah kawasan bersejarah di Jakarta. Menurut dia, kemudahan akses akan mendorong meningkatnya kunjungan masyarakat.

"Kalau sudah gampang diakses dari mana saja, saya yakin Pasar Baru pasti akan berkembang. Maka Pasar Baru, Glodok Pancoran, dan Kota Tua adalah tiga tempat yang akan menjadi milestone baru Jakarta di masa depan," tandasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6