Balai TNGR Gandeng Warga Kelola Sampah Gunung Rinjani

Balai TNGR menggandeng kelompok masyarakat untuk memperkuat pengelolaan sampah di jalur pendakian Gunung Rinjani demi menjaga kebersihan.

Diterbitkan 20 Juni 2026, 11:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • TNGR libatkan masyarakat tingkatkan pengelolaan sampah Gunung Rinjani.
  • TNGR dan TPS3R Arung Rinjani teken MoU pengangkutan sampah jalur pendakian.
  • Kolaborasi ini ciptakan pengelolaan sampah efektif, berkelanjutan, dan jaga kebersihan.

Liputan6.com, Jakarta - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Nusa Tenggara Barat (NTB) melibatkan kelompok masyarakat dalam meningkatkanengelolaan sampah di kawasan Gunung Rinjani, Lombok untuk menjaga kelestarian kawasan.

"Langkah nyata untuk menjaga kelestarian Gunung Rinjani terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak," ujar Kepala Balai TNGR NTB Budy Kurniawan di Mataram, melansir Antara, Sabtu (20/6/2026).

Dia mengatakan, Balai TNGR telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman tentang pengangkutan sampah antara SPTN Wilayah I TNGR dan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R) Arung Rinjani di Desa Senaru.

"Kerja sama ini menjadi komitmen bersama dalam memperkuat pengelolaan sampah hasil aktivitas pendakian, khususnya pada jalur pendakian Senaru dan Torean menuju Gunung Rinjani," kata Budy.

Melalui sinergi tersebut, lanjut dia, diharapkan tercipta sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan, sehingga kebersihan kawasan tetap terjaga dan pengalaman berwisata menjadi lebih nyaman.

 

Harus Dijaga untuk Generasi Mendatang

Menurut Budy, kawasan Gunung Rinjani bukan hanya destinasi yang dinikmati hari ini, tetapi warisan alam yang harus dijaga untuk generasi mendatang. Dengan kolaborasi yang kuat, setiap pendakian akan sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan.

"Gunung yang bersih adalah tanggung jawab bersama," terang dia.

Selain itu, lanjut Budy, Balai TNGR melaksanakan kegiatan pendampingan kelompok binaan masyarakat di wilayah Resor Torean dan Resor Aik Berik sebagai upaya memperkuat kelembagaan, meningkatkan kapasitas usaha, serta mendorong pengembangan ekonomi masyarakat yang selaras dengan prinsip konservasi.

"Pendampingan yang berkelanjutan diharapkan mampu memperkuat kemandirian kelompok, meningkatkan nilai tambah produk unggulan masyarakat, serta memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kawasan konservasi untuk generasi mendatang," jelas Kepala Balai TNGR NTB Budy Kurniawan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6