Penanaman 1.680 Bibit Mangrove di Pantai Tanjung Pakis Karawang

Sebanyak 1.680 bibit mangrove ditanam di Pantai Tanjung Pakis, Karawang dalam rangka memeringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Diterbitkan 17 Juni 2026, 08:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penanaman 1.680 bibit mangrove di Pantai Tanjung Pakis, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat dilakukan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama anak perusahaan PLN EPI Group.

Hal itu dilakukan dalam rangka memeringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Mengusung tema 'Saatnya Bekerja untuk Keadilan Iklim', kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung mitigasi perubahan iklim sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat pesisir.

Aksi penanaman mangrove dilakukan melalui kolaborasi dengan CarbonEthics sebagai mitra lingkungan yang akan mendukung proses penanaman, pemeliharaan, hingga pemantauan pertumbuhan mangrove secara berkelanjutan guna memastikan manfaat lingkungan yang optimal dalam jangka panjang.

Menurut Vice President Keselamatan, Kesehatan Kerja, Keamanan, dan Lingkungan (K3KL) PLN EPI Muhammad Aminuddin, keadilan iklim tidak hanya berkaitan dengan upaya pengurangan emisi.

Tetapi juga, kata dia, memastikan masyarakat yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim memperoleh perlindungan dan manfaat dari berbagai program lingkungan.

"Penanaman mangrove di Tanjung Pakis merupakan langkah konkret PLN EPI untuk memperkuat ketahanan wilayah pesisir, memulihkan ekosistem, sekaligus berkontribusi terhadap penyerapan karbon. Melalui aksi ini, kami ingin memastikan manfaat lingkungan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Aminuddin, Rabu (17/6/2026).

 

Alasan Pemilihan Pantai Tanjung Pakis

Aminuddin menjelaskan, Pantai Tanjung Pakis dipilih karena memiliki peran penting sebagai kawasan penyangga pesisir yang menghadapi tantangan abrasi dan tekanan terhadap ekosistem mangrove.

"Keberadaan mangrove menjadi benteng alami yang mampu melindungi garis pantai dari gelombang, abrasi, serta dampak kenaikan muka air laut," ucap dia.

Aminuddin mengatakan, selain berfungsi sebagai pelindung kawasan pesisir, mangrove juga dikenal sebagai salah satu ekosistem blue carbon yang efektif dalam menyerap dan menyimpan karbon.

Ekosistem ini, kata dia, turut mendukung kualitas perairan, menjadi habitat berbagai biota laut, serta menjaga keberlanjutan sumber penghidupan masyarakat pesisir.

"Melalui penanaman ini, PLN EPI tidak hanya berupaya meningkatkan tutupan vegetasi pesisir, tetapi juga mendukung pemulihan fungsi ekologis kawasan pantai," papar Aminuddin.

"Kegiatan ini melibatkan jajaran manajemen PLN EPI, perwakilan anak perusahaan, kelompok masyarakat setempat, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap pelestarian lingkungan," sambung dia.

 

Manfaatkan Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

Menurut Aminuddin, sebagai bagian dari pendekatan keberlanjutan yang terukur, program ini tidak berhenti pada kegiatan penanaman.

"Bersama CarbonEthics, PLN EPI akan melakukan pemeliharaan, monitoring, dan evaluasi secara berkala untuk memastikan tingkat keberhasilan hidup tanaman serta mengukur manfaat lingkungan yang dihasilkan," ucap dia.

"Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan dampak jangka panjang bagi ekosistem pesisir dan masyarakat sekitar," sambung Aminuddin.

Dia menyebut, program rehabilitasi mangrove ini merupakan bagian dari implementasi komitmen PLN EPI terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta dukungan terhadap target Net Zero Emissions (NZE) Indonesia.

"Sebagai subholding PT PLN (Persero) yang bertanggung jawab atas pengelolaan energi primer nasional, PLN EPI terus mendorong berbagai inisiatif dekarbonisasi dan solusi berbasis alam (Nature-Based Solutions) sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan," kata Aminuddin.

Menurut dia, melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PLN EPI mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengambil peran aktif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

"Penanaman 1.680 bibit mangrove di Tanjung Pakis menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dunia usaha, masyarakat, dan mitra lingkungan dapat menghasilkan dampak nyata bagi pelestarian ekosistem pesisir," terang dia.

"Melalui langkah sederhana namun berkelanjutan ini, PLN EPI berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih tangguh, rendah karbon, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang," tutup Aminuddin.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6