Sukses

Aturan Polwan Berjilab Ditunda, Rhoma: Semoga Tidak Lama

Kandidat calon presiden Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Rhoma Irama tidak mempermasalahkan penundaan pemakaian jilbab bagi polisi wanita (polwan). Selama, penundaan tersebut masih masuk akal.

"Seandainya ada penundaan, sejauh reasonable (masuk akal) misal karena belum siap seragam, belum siap dana, barangkali itu masih kita terima," ujar Rhoma di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta, Selasa (3/12/2013).

Penyanyi dangdut itu pun meminta penundaan polwan untuk berjilbab tidak terlalu lama. Sebab hal itu adalah hak asasi manusia (HAM) dan termasuk kebebasan beragama.

"Menggunakan jilbab bagi orang beragama itu merupakan hak asasi. Harus kita hormati. Mudah-mudahan alasan reasonable. Tidak terlalu lama," tandas Rhoma.

Kapolri Jenderal Polisi Sutarman menyatakan, penundaan pemakaian jilbab karena banyak ketidakseragaman pemakaian di antara polwan.

"Saya yang suruh (untuk buat telegram). Saya kebetulan waktu itu ada di sana, saya telepon Pak Irwasum, mas tolong moratorium dulu aturan (jilbab) karena tidak seragam. Saya melihat ada yang merah ada yang putih, ada yang macam-macam, ada yang sampai dikeluarkan. Enggk elok kan," kata Sutarman, Senin 2 Desember 2013.

Wakapolri Komjen Pol Oegroseno juga menyatakan, pemakaian jilbab bagi polwan menunggu Surat Keputusan (SK) resmi keluar dan tidak terkesan seksi. (Mvi/Mut)