Liputan6.com, Jakarta - Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kalideres, Jakarta Barat, kembali menyita perhatian publik. Setelah memasuki dua tahun sejak laporan pertama dibuat, keluarga korban masih menanti kepastian hukum di tengah trauma yang belum sepenuhnya pulih.
Kini, Polres Metro Jakarta Barat membuka opsi penjemputan paksa terhadap terduga pelaku setelah dua kali mangkir dari panggilan penyidik tanpa memberikan alasan.
Kasat Res PPA PPO Polres Metro Jakarta Barat Kompol Nunu Suparmi mengatakan, langkah tegas itu dipertimbangkan karena pihak terduga pelaku dinilai tidak kooperatif selama proses penyidikan berlangsung.
Advertisement
"(Sampai hari ini) memang masih proses pemanggilan," kata Nunu dihubungi di Jakarta, Minggu (24/5/2026).
Menurut Nunu, penyidik telah melayangkan dua surat pemanggilan kepada terduga pelaku. Namun hingga kini, yang bersangkutan belum juga memenuhi panggilan pemeriksaan.
"(Alasan mangkir dari pemeriksaan) enggak ada alasan," ujar Nunu, seperti dilansir dari Antara.
Karena itu, polisi membuka kemungkinan melakukan penjemputan paksa sesuai prosedur hukum yang berlaku.
"Nanti kan ada upaya paksa, sesuai prosedur," jelas dia.
Di sisi lain, keluarga korban berharap kasus yang menimpa anak tersebut dapat segera dituntaskan. Paman korban, Suwondo, mengatakan hasil tes DNA telah mengarah pada terduga pelaku.
"Terduga pelaku pemerkosa siswi SLBN 10 Jakarta positif dari hasil tes DNA," jelas Suwondo.
Â
Awal Terungkapnya Kasus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826788/original/068129800_1538825965-002716100_1426131106-1842092shutterstock-175158260780x390__1_.jpg)
Kasus memilukan ini pertama kali terungkap pada Mei 2024. Korban yang saat itu masih berusia 15 tahun diketahui tengah hamil lima bulan. Keluarga baru menyadari kondisi tersebut setelah melihat perubahan fisik dan kondisi kesehatan korban yang terus menurun.
Ibu korban, Rusyani, mengaku awalnya tidak menaruh curiga karena putrinya memang mengalami gangguan menstruasi sejak lama. Anak tersebut diketahui memiliki keterbatasan dalam pendengaran, kemampuan bicara, dan intelektual.
"Awalnya enggak ada kecurigaan karena anak saya datang menstruasi itu enggak setiap bulan. Pernah empat bulan enggak datang menstruasi itu enggak ada apa-apa," katanya kepada wartawan, Senin (20/5/2024).
Kecurigaan mulai muncul saat malam takbiran, ketika korban mengalami muntah-muntah dan kondisi tubuhnya terlihat semakin lemah. Rusyani kemudian membawa putrinya ke klinik untuk menjalani pemeriksaan medis.
Hasil pemeriksaan itu membuat dirinya terpukul.
"Saya masuk ke USG, dinyatakan anak saya hamil lima bulan. Saya shock di situ sampai gak bisa ngapa-ngapain," paparnya.
Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke polisi pada Mei 2024. Korban diketahui telah melahirkan dan kini terpaksa putus sekolah akibat trauma mendalam yang dialaminya.
Korban diduga dihamili oleh teman sekelasnya yang juga merupakan penyandang disabilitas.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5289113/original/068981100_1753021974-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4146753/original/028527300_1662354830-cek_fakta_sepeda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568076/original/025738900_1777349129-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-28T110443.057.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826784/original/062893300_1426130957-illustration111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288075/original/063090000_1783298243-nor2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261560/original/020942400_1781744954-AP26168812020257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288083/original/090522600_1783298244-nor10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290414/original/058282700_1783480422-ko2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290474/original/094848300_1783482268-063_2285093246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3490249/original/064386300_1624409252-000_9CW8AD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261531/original/014538900_1671056110-000_333W8C7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535217/original/018346300_1773960601-FIFA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290421/original/027818600_1783480531-Argentina_s_Enzo_Fernandez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287274/original/048570500_1783206951-pra3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290534/original/015072300_1783484497-Switzerland_goalkeeper_Gregor_Kobel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290498/original/086362400_1783483404-Egypt_s_Mohamed_Salah__10__and_Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8121211/original/011132400_1780972045-sekolah_inklusi.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5536288/original/043144800_1774317457-Mendikdasmen.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531433/original/024233500_1773590143-SLB_Pelatihan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5529535/original/094909600_1773369238-slb.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826780/original/062578300_1426130957-20140504022234067.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5508767/original/079888300_1771593488-Kuasa_hukum_siswi_SLB_korban_dugaan_pelecehan_seksual_di_Yogyakarta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5479666/original/045378600_1768984859-bus.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5475229/original/093007400_1768557513-slb.jpg)