Program Kakak Asuh Mahasiswa Semarang Dorong Kemandirian Siswa Disabilitas

Melalui interaksi langsung, para mahasiswa berperan sebagai kakak asuh yang memberikan motivasi, pendampingan, dan penguatan kepercayaan diri bagi adik asuh disabilitas di SLB.

Diterbitkan 17 Januari 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mahasiswa di Semarang, Jawa Tengah punya cara unik untuk mendukung siswa disabilitas agar semangat belajar.

Melalui program Kakak Asuh dan Adik Asuh, mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Komputer (Universitas Stekom), Semarang menjalin kedekatan dengan para siswa Sekolah Luar Biasa (SLB).

Pada 13 Januari 2026, para mahasiswa melakukan kunjungan ke SLB Negeri Grobogan dengan fokus pada pendekatan personal antara mahasiswa dan siswa disabilitas. Program ini memiliki tujuan membangun kedekatan emosional sekaligus dukungan akademik dan sosial.

Sasaran utama kegiatan ini adalah siswa dengan kebutuhan khusus, khususnya Tuli dan disabilitas intelektual yang menempuh pendidikan di SLB Negeri Grobogan.

“Melalui interaksi langsung, para mahasiswa berperan sebagai kakak asuh yang memberikan motivasi, pendampingan, dan penguatan kepercayaan diri bagi adik asuh mereka,” mengutip laman Universitas Stekom, Jumat (16/1/2026).

Selain membangun keakraban, kegiatan ini juga memiliki tujuan strategis, yakni menyeleksi siswa kelas X, XI, dan XII yang dinilai siap untuk memasuki dunia kerja. Proses seleksi dilakukan dengan pendekatan humanis dan berbasis potensi, sehingga setiap siswa memperoleh kesempatan yang adil untuk menunjukkan kemampuannya.

Yang membedakan kegiatan kali ini adalah kehadiran duta inklusi terpilih dari SMK dan SMA di Purwodadi. Mereka adalah Syafa Umi Roshinta, Jelita Siti Mudma’innah, Laila Nur Fitria, dan Sentot Sutaji, yang turut berperan dalam memberikan sosialisasi strategi kerja kepada siswa SLB Negeri Grobogan.

 

Pendekatan Sebaya

Para duta berbagi pengalaman, wawasan, dan motivasi kepada siswa berkebutuhan khusus mengenai pentingnya persiapan kerja, sikap profesional, dan keberanian untuk bermimpi.

“Pendekatan sebaya ini terbukti efektif dalam membangun semangat dan optimisme di kalangan siswa.”

Melalui kolaborasi antara mahasiswa, duta inklusi, dan pihak sekolah, Universitas Stekom berupaya menciptakan lingkungan belajar yang mendukung transisi siswa disabilitas dari dunia pendidikan ke dunia kerja. Hal ini sejalan dengan visi universitas dalam mencetak lulusan dan mitra yang berdaya saing serta berkarakter inklusif.

Para mahasiswa berharap kegiatan ini menjadi model berkelanjutan bagi program pendampingan siswa disabilitas, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan sumber daya manusia yang inklusif dan berkeadilan.

 

Upaya Ciptakan Kampus Inklusif

Upaya menciptakan lingkungan inklusif di perguruan tinggi juga terlihat di Universitas Padjadjaran (Unpad), Sumedang.

Penyandang disabilitas yang hendak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi memiliki kesempatan kuota 2 persen di universitas tersebut.

“Unpad mengalokasikan kuota khusus maksimal 2 persen bagi calon mahasiswa penyandang disabilitas melalui Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP) dengan jalur Seleksi Mandiri dengan skema nilai Ujian SMUP dan nilai Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK), serta melalui jalur Minat dan Bakat,” seperti disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan dalam Open Campus 2026 di Sumedang, Sabtu, 10 Januari 2026.

Universitas ini juga menyediakan sistem ujian masuk yang ramah disabilitas untuk memastikan proses seleksi berjalan secara adil dan setara.

“Unpad akan menyediakan fasilitas dan pendamping ujian bagi peserta ujian penyandang disabilitas.”

Salah satu hal baru di 2026, universitas yang terletak di Jatinangor, Sumedang ini akan mulai memberi pendampingan bagi peserta disabilitas untuk memilih program studi (prodi) yang tepat.

“Bahkan, mulai tahun ini Unpad juga akan memberi pendampingan bagi peserta disabilitas untuk memilih prodi yang tepat,” kata Zahrotur.

Dia menjelaskan, menjadi kampus inklusif adalah salah satu visi Unpad. “Inklusivitas tersebut kami wujudkan dengan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi calon mahasiswa dari berbagai latar belakang,” ujarnya.