Satpol PP Jakarta Buka Suara Usai Penertiban Pedagang Es Krim di CFD Viral

Satpol PP Jakarta meminta maaf setelah video penertiban pedagang es krim saat CFD viral.

Diterbitkan 24 Mei 2026, 17:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Video penertiban pedagang es krim di CFD Bundaran HI viral.
  • Satpol PP DKI Jakarta meminta maaf atas ketidaknyamanan publik.
  • Satpol PP berjanji akan lebih humanis dan persuasif dalam penertiban.

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video penertiban pedagang saat kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat petugas Satpol PP mengamankan seorang pedagang es krim, yang kemudian memicu beragam komentar dari warganet.

Terkait hal tersebut, Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan langsung angkat bicara.

"Menanggapi video yang beredar di media sosial terkait penertiban pedagang es krim di kawasan HBKB (Hari Bebas Kendaraan Bermotor), kami Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan keresahan yang dirasakan masyarakat," kata dia saat dikonfirmasi, Minggu (24/5/2026).

Satriadi mengaku memahami kejadian tersebut menimbulkan perhatian publik dan menjadi masukan penting dalam menjalankan tugas di lapangan.

"Kami juga menyampaikan kepada warga masyarakat bahwa berdasarkan ketentuan pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB), kegiatan berjualan tidak diperbolehkan di sepanjang jalur utama HBKB demi menjaga ketertiban, kenyamanan, dan keamanan masyarakat yang sedang beraktivitas maupun berolahraga," ungkap dia.

 

Janji Lebih Humanis

Satriadi menuturkan, ke depan Satpol PP berjanji akan menertibkan pedagang agar lebih humanis dan persuasif.

"Kami menyadari bahwa dalam pelaksanaan penertiban, pendekatan humanis, komunikasi yang baik, dan sikap persuasif harus selalu dikedepankan," kata dia.

Satriadi mengaku kejadian pagi tadi akan menjadi bahan evaluasi pada seluruh jajaran personel.

"Kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi agar ke depan seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan lebih bijak, profesional, dan mengedepankan empati kepada masyarakat," kata dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6