Prabowo: Terima Kasih PDIP Berkorban, Kalau Malam Pilu Hati Saya

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pujian pada PDIP yang dinilai berkorban lantaran memilih berada di luar pemerintahan, meski kadang buat pilu hatinya.

Diterbitkan 20 Mei 2026, 12:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo memuji PDIP atas pengorbanan sebagai oposisi demi demokrasi.
  • Ia mengakui kritik PDIP terkadang pedas namun penting untuk pengawasan pemerintah.
  • Prabowo mendorong anak muda jadi pengusaha, bukan hanya ASN, dengan dukungan pemerintah.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pujian pada PDIP yang dinilainya berkorban lantaran memilih berada di luar pemerintahan.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidato perdana pada Rapat Paripurna DPR ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 terkait penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

"Saya paham dan saya mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah. Saya mengerti itu. Sebenarnya, saya ingin ucap terima kasih kepada PDIP," kata Prabowo, Rabu (20/5/2026).

Menurut Prabowo, partai oposisi baik bagi demokrasi, meski apabila bisa memilih ia lebih suka bergotong royong bersama PDIP.

"Saudara berjasa untuk demokrasi kita. Memang, maunya saya itu gotong royong. Kalau sebuah partai di pemerintah, alangkah manisnya. Alangkah manisnya untuk saya. Tapi, mungkin tidak baik. Setiap pemimpin harus mau dikritik. Setiap eksekutif harus diawasi. Terima kasih atas pengawasan saudara," kata Prabowo.

Meski demikian, Prabowo mengaku terkadang sedih lantaran kritik yang disampaikan PDIP terkadang terlalu pedas.

"Kadang-kadang, saya malam-malam sebelum tidur, pilu hati saya. Ini anggota PDIP kadang-kadang kritiknya keras banget. Tapi, saya sadar lama-lama. Sebetulnya, mungkin ada dasarnya," ucap dia.

"Ada pepatah yang mengatakan, kalau orang mengingatkan kita, walaupun kita tidak suka dikasih peringatan, tapi sebenarnya dia menyelamatkan kita," pungkas Prabowo.

 

Prabowo: Anak Muda Jangan Semua Mau Jadi ASN dan Pejabat Pemerintahan

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta anak-anak muda Indonesia jangan lagi berbondong-bondong ingin menjadi ASN atau menjadi pejabat di pemerintahan. Prabowo menyatakan pemerintah kini mendorong agar pemuda belajar kewirausahaan.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato perdana pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 terkait penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

"Kita harus menumbuhkan golongan pengusaha yang baru, yang muda-muda. Untuk itu pemerintah ingin membuka pendidikan-pendidikan kewirausahaan, entrepreneursip. Kita ingin anak muda jangan semua minta jadi ASN, jangan semua minta jadi pemerintah," ujar Prabowo, Rabu (20/5/2026).

Menurut Prabowo, anak muda harus berani menjadi pengusaha muda, pemerintah akan mendorong lewat pendidikan dan bantuan modal.

"Anak muda harus berani untuk berasia g dengan dunia usaha. Kita punya angka muda hebat-hebat, ini yang sedang kita godok bersama. Begitu kita selesai kita juga akan beri kredit start UP, beri kesempatan mereka untuk tumbuh jadi pengusaha kuat baru," pungkas Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6