Seorang Anggota TNI Tewas Saat Mengintai GAM

Pratu Didik Widodo tewas saat baku tembak dengan separatis GAM di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Korban tewas diberondong saat mengintai GAM.

Diterbitkan 12 November 2003, 05:38 WIB
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Lhokseumawe: Prajurit Satu Didik Widodo, personel TNI dari Batalyon 411 Pandawa, Kodam IV Diponegoro, tewas saat kontak senjata dengan anggota separatis Gerakan Aceh Merdeka di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Jenazah korban saat ini dievakuasi ke desa kelahirannya di Jember, Jawa Timur, untuk selanjutnya dimakamkan. Jasad Pratu Didik dilepaskan dengan upacara militer yang dipimpin Wakil Panglima Komando Operasi Brigadir Jenderal Safzen Noerdin, baru-baru ini.

Juru Bicara Komando Operasi TNI Letnan Kolonel Ahmad Yani Basuki menyatakan, korban diberondong oleh gerilyawan GAM di perbatasan Kecamatan Nisam dan Sawang saat mengintai bersama Pratu Khairul Anwar, Senin kemarin. Korban tewas setelah peluru menembus dadanya. Sedangkan Pratu Khairul Anwar hanya mengalami luka-luka dan kini masih dirawat di Rumah Sakit Angkatan Darat Lhokseumawe. Kedua korban saat ini bergabung dalam Kesatuan Taktis 42 Pasukan Komando Operasi TNI Aceh.(PIN/Muhammad Nasier dan Muhammadan)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6