Liputan6.com, Jakarta - Kerusuhan yang melanda Prancis pada akhir pekan lalu menyebabkan kerusakan dan penjarahan di berbagai gerai ritel, mulai dari butik barang mewah hingga toko kebutuhan sehari-hari. Sejumlah merek ternama, seperti Louis Vuitton, Celine, Sephora, dan Carrefour, turut terdampak.
Meski total kerugian nasional belum dapat dipastikan, nilainya diperkirakan mencapai ratusan juta euro. Para pelaku usaha memperingatkan bahwa dampak kerusuhan tidak hanya mencakup biaya perbaikan gerai, tetapi juga berpotensi mengancam lapangan kerja serta mengurangi daya tarik Prancis sebagai destinasi belanja dan wisata.
erusakan tersebut juga mendorong sejumlah peritel menghentikan sementara operasional gerainya. Sephora, misalnya, menutup hampir seluruh jaringan tokonya di Prancis setelah mengalami kerusakan signifikan akibat kerusuhan.
Advertisement
Ketua eksekutif Galeries Lafayette, Nicolas Houzé, menyebut hampir semua toko grupnya terdampak, dengan kerusakan terparah di Bordeaux.
"Kemarin, beberapa toko kami di Prancis dijarah," tulis Catherine Spindler, Presiden Sephora Eropa dan Timur Tengah melalui LinkedIn. Sambil menegaskan keselamatan karyawan dan pelanggan lebih penting daripada pertimbangan bisnis.
Bagi grup barang mewah, Prancis bukan pasar kecil. Menurut estimasi yang dilaporkan Vogue, kontribusi Prancis terhadap pendapatan dua grup besar yakni LVMH masing-masing sebesar 8% dan Hermes 9,2% pada semester I tahun ini.
Â
Kerusakan tidak hanya menimpa merek-merek mahal. CEO Carrefour, Alexandre Bompard, menyatakan 50 toko grupnya menjadi sasaran, termasuk 19 toko serba ada dan supermarket.
Melansir Euronews dan economictimes, Senin (19/10/2026), dia menyebut biaya perbaikan akan jauh melampaui €10 juta dan memperingatkan puluhan karyawan di mitra waralaba akan menjalani pengurangan jam kerja.
Bompard juga memperkirakan kerugian di seluruh bisnis Prancis mencapai ratusan juta euro, meski angka akhirnya belum dapat dipastikan. Federasi perdagangan ritel Prancis menyebut sekitar 1.500 toko terdampak.
Kerusuhan memberikan beban yang berbeda terhadap tiap pelaku usaha berbeda. Raksasa ritel misalnya, harus mengamankan lokasi dan memulihkan operasional di seluruh jaringan. Sedangkan bagi pemilik toko kecil, etalase yang hancur saja bisa mengancam kelangsungan usahanya.
Selain kerugian secara ekonomi akibat kerusuhan, kekhawatiran yang lebih sulit diukur adalah pengaruhnya terhadap daya tarik Prancis sebagai destinasi belanja dan wisata.
Houzé memperingatkan bahwa citra negara itu dan kemampuannya menyambut pengunjung telah rusak.
Â
Â
Apa yang Memicu Kerusuhan?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375958/original/039111700_1792284026-Untitled.jpg)
Kekerasan itu terjadi setelah aksi demonstrasi digelar pada 17 Oktober. Aksi menentang kenaikan biaya hidup, menurunnya layanan publik, dan kondisi sekolah.
Gerakan mahasiswa yang sudah berlangsung sebulan bergabung dengan ketidakpuasan sosial yang lebih luas, sehingga ratusan ribu orang turun ke jalan di seluruh negeri.
Banyak peserta berunjuk rasa dengan damai. Namun, kelompok bertopeng menjarah toko dan menyerang gedung publik di sejumlah kota, termasuk Paris, Bordeaux, Lyon, dan Marseille. Peristiwa ini mengingatkan pada gerakan Rompi Kuning yang bermula pada 2018 akibat harga bahan bakar, biaya hidup, dan ketimpangan.
Presiden Emmanuel Macron mengecam kekerasan tersebut. Ia membedakan para demonstran yang berunjuk rasa damai dari pihak yang bertanggung jawab atas perusakan.
Â
Â
Â
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376859/original/003006800_1792395079-Screenshot_2026-10-19_133859.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376657/original/026954700_1792384835-Screenshot_2026-10-19_110549.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376757/original/016204500_1792391224-cek_fakta_jasa_marga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376579/original/071076900_1792381433-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376335/original/015735400_1792331510-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376719/original/081576000_1792388761-fabien-maurin-z9PHSCICGbI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376021/original/073491200_1792294039-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2373006/original/020378100_1540435883-macron.jpg)