Liputan6.com, Kuningan: Aktivitas Gunung Ciremai di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, meningkat sejak pekan terakhir. Penduduk setempat diminta mewaspadai kegiatan gunung yang berketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut. Pos gunung api di Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, mencatat terjadi empat kali gempa vulkanik dan sekali gempa tektonik di sekitar Ceremai, baru-baru ini.
Pemerintah Kabupaten Kuningan dikabarkan belum menerima pemberitahuan resmi dari Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung soal peningkatan aktivitas Ciremai. Padahal, Seksi Pengamat Gunung wilayah Sumatra dan Jawa Barat telah menetapkan Ciremai dari status aktif normal menjadi status waspada. Kendati statusnya dinaikkan, petugas meminta penduduk tetap tenang.
Gunung Ciremai berada sekitar 2.578 meter dari Kota Kuningan. Ciremai memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan gunung-gunung lain di Pulau Jawa. Gunung ini berdiri sendiri atau solitary dan berjauhan dari gunung tinggi lainnya serta sisinya adalah Laut Jawa. Penduduk banyak bermukim di kaki gunung, terutama daerah kaki bagian timur, bagian utara, dan bagian barat. Umumnya mereka bermata pencaharian sebagai petani. Ciremai juga menjadi obyek wisata yang kerap didaki para pecinta alam.
Kawah gunung api Ciremai terakhir meletus 66 tahun silam, tepatnya pada 1938 dan hingga kini belum terjadi lagi letusan. Aktivitas Ciremai tercatat meningkat tanggal 27 Juni sampai 7 Juni 1938 dengan terjadi beberapa kali letusan freatik atau letusan uap air yang melontarkan material bukan magmatik. Setelah itu, kawasan Gunung Ciremai pasif sampai pada 1955 dengan terjadinya sejumlah gempa tektonik, tapi ukurannya tak besar.(KEN/Ridwan Pamungkas)
Pemerintah Kabupaten Kuningan dikabarkan belum menerima pemberitahuan resmi dari Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung soal peningkatan aktivitas Ciremai. Padahal, Seksi Pengamat Gunung wilayah Sumatra dan Jawa Barat telah menetapkan Ciremai dari status aktif normal menjadi status waspada. Kendati statusnya dinaikkan, petugas meminta penduduk tetap tenang.
Gunung Ciremai berada sekitar 2.578 meter dari Kota Kuningan. Ciremai memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan gunung-gunung lain di Pulau Jawa. Gunung ini berdiri sendiri atau solitary dan berjauhan dari gunung tinggi lainnya serta sisinya adalah Laut Jawa. Penduduk banyak bermukim di kaki gunung, terutama daerah kaki bagian timur, bagian utara, dan bagian barat. Umumnya mereka bermata pencaharian sebagai petani. Ciremai juga menjadi obyek wisata yang kerap didaki para pecinta alam.
Kawah gunung api Ciremai terakhir meletus 66 tahun silam, tepatnya pada 1938 dan hingga kini belum terjadi lagi letusan. Aktivitas Ciremai tercatat meningkat tanggal 27 Juni sampai 7 Juni 1938 dengan terjadi beberapa kali letusan freatik atau letusan uap air yang melontarkan material bukan magmatik. Setelah itu, kawasan Gunung Ciremai pasif sampai pada 1955 dengan terjadinya sejumlah gempa tektonik, tapi ukurannya tak besar.(KEN/Ridwan Pamungkas)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351957/original/080906700_1789720927-cek_fakta_suahasil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315872/original/087159700_1785900314-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T102428.295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334946/original/033690300_1787906817-cek_fakta_bank_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5629728/original/027803900_1778227032-cek_fakta_-_pendamping_desa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/402116/original/171003bCiremai.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)