Liputan6.com, Jakarta - Pelajar SMK ini tak menyangka namanya akan bersinar di panggung global. Rakha Hayya Ilhamsyah (16), siswa SMKS Taruna Bhakti, berhasil menemukan celah kerentanan pada salah satu aset digital milik NASA melalui program bug bounty yang mengandalkan layar komputer sederhana dan fasilitas di sekolahnya tersebut.
Bug Bounty sendiri merupakan program berbasis kesepakatan perusahaan yang ditawarkan perusahaan atau organisasi kepada ethical hacker (peretas etis) untuk menemukan dan melaporkan kerentanan keamanan atau bug dalam sistem mereka. Sebagai imbalan atas laporan yang valid, bug hunter akan menerima kompensasi berupa uang tunai, reputasi, atau sertifikat.
Dalam hal ini, Rakha mengikuti program Vulnerability Disclosure Program (VDP) yang berfokus pada penyediaan saluran laporan yang aman tanpa menjanjikan imbalan uang tunai. Namun, apresiasi berupa ucapan terima kasih atau masuk dalam Hall of Fame.
Advertisement
Kisah Rakha bukan hanya tentang menemukan celah di sistem NASA. Ini merupakan cerita tentang bagaimana memulai keberanian. Tentang bagaimana rasa penasaran bisa membawa seseorang melampaui batas. Juga tentang seorang pelajar yang memilih untuk tidak berhenti di titik zona nyaman.
Dari sebuah kota kecil bernama Depok, Rakha membuktikan bahwa dunia tidak hanya milik mereka yang sudah besar. Selalu ada tempat buat mereka yang berani mencoba sejak awal.
“Rasanya sangat senang dan bangga,” ujar Rakha, saat berbincang dengan Liputan6.com di Depok, pada Sabtu (25/4/2026).
Bagi sebagian orang, NASA adalah lembaga besar yang terasa jauh, sulit dijangkau, bahkan nyaris mustahil disentuh. Namun bagi Rakha, semuanya justru dimulai dari rasa penasaran sederhana.
Ketertarikannya pada dunia keamanan siber sudah tumbuh sebelum ia masuk SMK. Tetapi, dia mulai serius mendalaminya belakangan ini.
“Kalau saya tertarik sebenarnya dari sebelum masuk SMK, kalau diseriusinnya belum lama ini,” katanya.
Di sela aktivitas sekolah, Rakha mengisi waktunya dengan belajar secara mandiri maupun bersama teman-teman komunitasnya. Dari membaca, mencoba, hingga memahami cara kerja sistem digital.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566960/original/014763300_1777261454-1000226706.webp)
Bermula dari Rasa Penasaran
Bak pucuk dicinta. NASA secara bersamaan membuka program Vulnerability Disclosure Program (VDP), yang memungkinkan publik menguji keamanan sistem mereka secara legal. Bagi Rakha, ini bukan tantangan yang menakutkan. Justru, ia melihatnya sebagai peluang.
“Hanya iseng saja sih, karena NASA membuka program VDP, jadi kita coba-coba juga,” ujarnya.
Rasa iseng itu rupanya membuat Rakha melangkah ke proses yang lebih serius. Ia menelusuri berbagai aset digital NASA, termasuk dokumen-dokumen yang tersedia untuk publik.
Berbekal ketekunan, Rakha akhirnya menemukan celah dari sesuatu yang tampak biasa. Padahal umumnya, menemukan celah dalam sistem digital sangat rumit karena penuh dengan kode.
"Sebenernya dokumennya memang dipublish untuk umum dan bisa dibaca oleh umum, tapi kalau saat menemukan kerentanan rasanya senang banget,” katanya.
Dengan menggunakan metode Google Dorking, ia mengumpulkan berbagai informasi dari domain dan aset digital NASA. Dari sana, ia menemukan celah bernama broken link hijacking (serangan siber).
"Betul, yang kami temukan itu Broken Link Hijacking, kerentanan yang mengganti link-link mati, jadi kita mengklaim ulang link tersebut. Cara menemukan kerentanannya itu kita kumpulkan informasi dahulu dari domain-domain dan aset NASA, nah kita menemukan nya pakai metode Google Dorking,” sambungnya.
Saat menyadari temuannya itu, Rakha tidak langsung merasa yakin. Tetap ada keraguan di dirinya.
“Rasanya sangat senang karena menyadari adanya potensi celah keamanan, yang dipikirkan waktu itu langsung ingin membuat laporan celah keamanan ke NASA,” ujarnya.
Tetapi, ketika menyadari bahwa celah itu bisa berdampak besar, emosinya semakin campur aduk. Bahkan hingga proses pelaporan, dirinya mengaku masih diliputi rasa tidak yakin.
"Sebenarnya saat menemukanya itu, saya antara senang dan ragu juga, senang karena menemukan celah keamanan tapi juga ragu kalau laporannya bisa diterima atau tidak nya," ujarnya.
Advertisement
Memilih Jalan yang Tidak Mudah
Dalam dunia keamanan siber, menemukan celah adalah satu hal biasa. Sebab apa yang dilakukan setelahnya jauh lebih penting.
Di titik ini, Rakha dihadapkan pada pilihan. Celah tersebut bisa saja dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Namun, dirinya memilih jalan yang berbeda.
"Karena, kita ingin menginspirasi anak-anak yang lain, sebagai pelajar jangan melakukan kejahatan, yang bisa merusak nama baik sekolah, orang tua dan lainnya.” ujarnya.
Setelah menemukan celah tersebut, dia menyusun laporan teknis dengan detail dibantu oleh instruktur komunitasnya. Tahapannya, mengumpulkan semua informasi terkait kerentanan, lalu memberikan deskripsi singkat tentang tingkat keparahan dan dampaknya serta saran perbaiknya.
Di balik pencapaian ini, ada perjalanan panjang yang tidak selalu mudah. Rakha harus membagi waktu antara sekolah dan belajar secara mandiri.
“Yang menantang dan tantangan terbesar itu cara atur waktunya, karena kita harus atur waktu untuk sekolah, belajar dan lainnya,” katanya.
Ia juga menghadapi stigma dari lingkungan sekitar. Tetapi baginya semua itu motivasi.
Kini, Rakha tidak lagi sekadar mencoba. Ia sudah memiliki tujuan. Dia berharap awal ini membuka perjalanan lebih baik untuk dirinya berkarir di bidang Cyber Security. Dia juga berharap pelajar lain juga berani mencoba hal-hal baru seperti dirinya.
"Intinya berani coba aja, semuanya pasti berawal dari hal-hal kecil, kalau merasa insecure atau takut buat mencoba, nantinya malah menyesal sendiri," pungkasnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560136/original/057890300_1776659894-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-20T113652.901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259429/original/010721900_1781500706-cek_fakta_cpns_PUPR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5421569/original/046140800_1763950258-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-24T082534.482.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5136323/original/018303500_1739855855-cek_fakta_keroncong.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566959/original/010315700_1777261454-1000226707.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287636/original/054116100_1783239129-sh2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8453238/original/073560000_1782350375-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668756/original/092591100_1782704060-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8515103/original/072836300_1782439883-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8200889/original/098912300_1781059472-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8056433/original/027399200_1780900274-000_36K777P.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1295688/original/061210400_1469183545-moon.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7423759/original/065422100_1780200998-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3516201/original/034540100_1626840509-20210721-Jeff-Bezos-Blue-Origin-2.jpg)