Liputan6.com, Washington - Hujan meteor Perseid mencapai puncaknya pada pertengahan Agustus. Fenomena langit ini dikenal sebagai salah satu hujan meteor paling populer sekaligus yang terbaik sepanjang tahun.
Dikutip dari laman NASA, Rabu (12/8/2026), Perseid menarik perhatian karena meteor-meteornya melaju cepat dan tampak terang ketika melintas di atmosfer Bumi. Tak jarang, lintasan meteor meninggalkan jejak cahaya dan warna yang memanjang di langit.
Hujan meteor ini juga termasuk salah satu yang paling melimpah. Dalam kondisi pengamatan yang memungkinkan, sekitar 50 hingga 100 meteor dapat terlihat setiap jam.
Advertisement
Kemunculan Perseid pada musim panas juga membuat fenomena ini relatif nyaman untuk diamati, terutama karena suhu malam hari yang lebih hangat.
Dikenal dengan Bola Api
Perseid juga terkenal dengan kemunculan fireball atau bola api. Fenomena ini berupa ledakan cahaya dan warna yang berukuran lebih besar serta dapat bertahan lebih lama dibandingkan lintasan meteor pada umumnya.
Bola api tersebut berasal dari partikel material komet yang berukuran lebih besar. Karena ukurannya, cahayanya juga lebih terang, dengan magnitudo tampak lebih besar dari -3.
Waktu Terbaik Mengamati Perseid
Hujan meteor Perseid paling baik diamati dari belahan Bumi utara pada beberapa jam sebelum fajar. Meski demikian, meteor dari hujan ini terkadang sudah dapat terlihat sejak sekitar pukul 22.00.
Asal Meteor
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2327672/original/002987500_1534130947-20180812-Hujan-Meteor-Perseid-2018-dari-Berbagai-Tempat-AFP-6.jpg)
Meteor berasal dari sisa-sisa partikel komet dan pecahan asteroid. Ketika sebuah komet melintas mengitari Matahari, benda tersebut meninggalkan jejak debu di sepanjang lintasannya.
Setiap tahun, Bumi melintasi jalur puing tersebut. Partikel-partikel yang tertinggal kemudian bertabrakan dengan atmosfer Bumi dan hancur. Proses inilah yang menghasilkan garis-garis cahaya berwarna yang terlihat melintas di langit malam.
Untuk Perseid, partikel puing yang memasuki atmosfer Bumi berasal dari komet 109P/Swift-Tuttle.
Komet Swift-Tuttle membutuhkan waktu 133 tahun untuk sekali mengorbit Matahari. Giovanni Schiaparelli merupakan orang yang pada 1865 menyadari bahwa komet tersebut merupakan sumber hujan meteor Perseid.
Komet Swift-Tuttle terakhir kali melintasi bagian dalam tata surya pada 1992.
Komet tersebut ditemukan pada 1862 oleh Lewis Swift dan Horace Tuttle. Swift-Tuttle merupakan komet berukuran besar dengan inti berdiameter sekitar 26 kilometer. Ukuran ini hampir dua kali lipat dibandingkan ukuran objek yang diperkirakan menyebabkan kepunahan dinosaurus.
Mengapa Disebut Perseid?
Meteor Perseid seolah-olah berasal dari satu titik tertentu di langit yang disebut radiant. Titik tersebut berada di rasi bintang Perseus.
Dari sinilah nama Perseid berasal. Namun, rasi bintang yang menjadi nama sebuah hujan meteor bukanlah sumber meteor tersebut.
Rasi Perseus hanya membantu pengamat menentukan hujan meteor yang sedang terlihat pada malam tertentu.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322150/original/091705800_1786518970-HOAX__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4285001/original/066553900_1673179649-Target_Sektor_Wisata_2023-Angga-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499207/original/032366000_1770779753-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-11T101208.314.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322269/original/035290200_1786523414-cek_fakta_-_ombudsman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2389438/original/034737900_1540196248-hujan_meteor_Leonid.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322559/original/021565200_1786537083-Mantan_PM_China_Zhu_Rongji__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321978/original/078176800_1786512952-Mantan_Tentara_AS_Robert_Gilman_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5387406/original/074418700_1761040283-gunung_rinjani.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5546390/original/066861500_1775294100-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5684915/original/051335000_1778558082-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5524822/original/062327900_1773012804-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8537825/original/081136800_1782473206-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5522304/original/046186800_1772753122-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3512011/original/074759100_1626349085-xandreaswork-rI4pPSmKdus-unsplash.jpg)