Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar operasi besar-besaran penangkapan ikan sapu-sapu, Jumat (17/4/2026). ‘Perang’ terhadap ikan sapu-sapu dilakukan di lima wilayah Jakarta.
Data sementara yang diperoleh liputan6.com, operasi di Kelapa Gading berhasil menangkap 200 kg ikan sapu-sapu. Di Jakarta Timur, 763 kg ikan sapu-sapu. Dari Jakarta Selatan, 3 ton ikan sapu-sapu ditangkap di Setu Babakan. Setelah ditangkap, ikan sapu-sapu dimusnahkan karena tak layak konsumsi.
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Selatan melakukan pemusnahan ikan sapu-sapu dengan cara dibelah dan dikubur. Ini tindak lanjut arahan Gubernur DKI Jakarta dalam menjaga ekosistem lingkungan.
Advertisement
“Setelah ditangkap, ikan sapu-sapu akan dimusnahkan dengan cara dibelah dua dan dikubur di lokasi yang sudah kami tetapkan,” kata Kepala Seksi Perikanan Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan Arief Prakoso. Dikutip dari Antara, Jumat (17/4/2026).
Arief mengatakan secara teknis penangkapan dimulai dari pintu air hingga kawasan pertigaan yang dikenal warga sebagai Kali Tengah. Ikan yang berhasil ditangkap nantinya akan dimusnahkan dengan cara dikubur di lokasi yang telah ditentukan di sekitar pintu air.
Operasi penangkapan ikan sapu-sapu juga akan digelar serentak di lima wilayah Jakarta pada Jumat, sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta.
Dalam pelaksanaannya, operasi ini melibatkan kolaborasi lintas unit kerja perangkat daerah (UKPD), antara lain Pusat Produksi, Inspeksi, dan Sertifikasi Hasil Perikanan, Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH), Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA), serta Badan Air.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557748/original/063100600_1776391469-IMG_9098.jpeg)
Tak Layak Konsumsi
Diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan ikan sapu-sapu yang telah ditangkap dari seluruh sungai di ibu kota akan segera dikubur karena tidak layak konsumsi.
“Sapu-sapunya akan dikubur. Ini berbahaya karena biota air di Jakarta diperkirakan sudah di atas 60 persen isinya ikan sapu-sapu ini, dan harus secara masif mulai dikurangi supaya normal kembali,” jelas Pramono saat dijumpai di kawasan Jakarta Utara, Jumat.
Menurut dia, terdapat kandungan residu di dalam ikan sapu-sapu tersebut sehingga berbahaya untuk dikonsumsi.
Pramono mengatakan menurut informasi yang ia dalami, Amerika Selatan merupakan negara asal ikan tersebut, yang ditemukan banyak berkembang biak di air-air yang kotor maupun bersih.
Akan tetapi, kata dia, negara tersebut diketahui sudah membuat teknologi yang mampu mengolah ikan tersebut dengan suhu tinggi, kemudian dijadikan tepung untuk makanan ternak dan ikan hias.
Meski demikian, negara tersebut belum menerapkan teknologi itu secara masif karena kandungan logam di dalam tubuh ikan sapu-sapu cukup tinggi.
“Itu pun mereka masih belum berani dilakukan secara masal karena kandungan logamnya (tinggi). Di negara-negara yang airnya lebih bersih pun itu sudah cukup tinggi. Di Jakarta, kita sudah menemukan rata-rata sudah di atas 0,3 dan itu berbahaya,” ungkap Pramono.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5390489/original/006123400_1761278823-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__96_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289169/original/028294300_1783394455-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T102043.787.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303719/original/037691400_1784689210-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-22T095811.672.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259592/original/057928600_1781507421-guru_sekolah_rakyat_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558045/original/042880300_1776404187-WhatsApp_Image_2026-04-17_at_12.05.11.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1371647/original/089298800_1476255507-DKI_Jakarta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295937/original/029239400_1783995735-000_A6DQ92Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302475/original/037155000_1784555150-Argentina_s_Lionel_Messi__from_right__Rodrigo_De_Paul__Nicolas_Otamendi_and_Leandro_Paredes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301812/original/034405000_1784520388-000_C2LJ6NA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301606/original/080786700_1784502167-063_2286810313.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499996/original/059179800_1770804582-1000163280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302946/original/011970700_1784614197-Perempuan_di_Bandung_Barat_diduga_diculik.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2722747/original/029414200_1549529028-20190207-Obat-Ilegal-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3991647/original/047957200_1649658538-20220411-FOTO---APEL-Herman-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3274952/original/072089200_1603351856-20201022-Aksi-Tolak-UU-Omnibus-Law-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4008813/original/083938600_1651062764-20220427-Ganjil-Genap-Jakarta-Lebaran-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300759/original/057658000_1784376673-61fd4a47-739d-41de-836e-8b98dc725bff.jpeg)