Transjakarta Tambah Bus dan Jam Operasional saat Arus Balik Lebaran

Transjakarta menyesuaikan pola operasional menjadi berbasis demand untuk mengantisipasi lonjakan arus balik Lebaran.

Diterbitkan 24 Maret 2026, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Transjakarta menyesuaikan operasi untuk arus balik Lebaran, memperkuat layanan rute stasiun/terminal.
  • Peningkatan frekuensi hingga 50%, perpanjangan jam, dan penyesuaian jadwal kereta/bus AKAP.
  • Fokus pada konektivitas antarmoda di titik strategis dan koridor utama beroperasi 24 jam.

Liputan6.com, Jakarta - Dalam menghadapi lonjakan arus balik lebaranTransjakarta melakukan penyesuaian pola operasional normal menjadi operasi berbasis demand Lebaran.

"Pada periode arus balik, pola pergerakan pelanggan berbeda dengan hari biasa. Karena itu, kami memperkuat layanan pada rute-rute yang terhubung langsung dengan stasiun dan terminal hingga 50 persen agar pelanggan dapat melanjutkan perjalanan dengan lebih cepat dan nyaman," kata Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, Selasa (24/3/2026).

Menurut dia, langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pelanggan dari titik kedatangan utama seperti stasiun kereta api dan terminal bus antarkota yang diprediksi mengalami puncak arus balik pada akhir Maret.

Ayu merinci, pada periode 13-29 Maret 2026, Transjakarta menitikberatkan pada konektivitas antarmoda. Rute terintegrasi tersebut akan ada penambahan frekuensi layanan hingga 50 persen, perpanjangan jam operasional, dan penyesuaian pola operasi yang mengikuti jadwal kereta atau bus AKAP.

Rute yang diperkuat meliputi layanan BRT seperti Koridor 2A (Pulo Gadung-Rawa Buaya via Balaikota), 4D (Pulo Gadung-Kuningan) dan 7F (Kampung Rambutan-Juanda via Cempaka Putih), serta sejumlah layanan Angkutan Umum Integrasi (AUI) seperti Tanah Abang-Blok M, Senen-Tanah Abang, hingga Manggarai-Blok M.

 

Titik Strategis

Transjakarta juga memfokuskan pada titik-titik strategis, seperti di Statiun Gambir, Stasius Pasar Senen, Stasiun Manggarai, Stasiun Tanah Abang, dan Terminal Pulo Gebang.

“Selain penguatan integrasi, Transjakarta juga tetap mengoperasikan layanan 24 jam pada koridor utama seperti Koridor 2 (Pulo Gading-Monas), 4 (Pulo Gadung-Galunggung), 5 (Kampung Melayu-Ancol), 11 (Kampung Melayu-Pulo Gebang) dan 14 (JIS-Senen),” jelas Ayu.

Ia juga menyampaikan, pada 25-27 Maret 2026 Transjakarta menambahkan 11 unit armada di Terminal Pulo Gebang, sebagai respon terhadap puncak arus mudik.

Dengan strategi ini, Ayu menegaskan peran Transjakarta sebagai tulang punggung transportasi perkotaan yang terintegrasi, khususnya dalam momentum mobilitas tinggi seperti arus balik Lebaran saat ini.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6