PDIP Tegaskan Koalisi Permanen Hanya dengan Rakyat

PDIP merespons sejumlah partai politik yang membahas wacana koalisi permanen. Menurut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, koalisi permanen hanya dengan rakyat.

Diterbitkan 15 Februari 2026, 14:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • PDIP mengartikan koalisi permanen sebagai koalisi bersama rakyat, bukan antarpartai.
  • PDIP mengingatkan partai fokus pada masalah rakyat, bukan hanya urusan elektoral 2029.
  • Golkar mendorong koalisi permanen untuk mendukung kebijakan pemerintah jangka panjang.

Liputan6.com, Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merespons sejumlah partai politik yang membahas wacana koalisi permanen. Menurut Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, bagi PDIP koalisi permanen adalah koalisi bersama rakyat.

"Kalau bagi PDI Perjuangan, koalisi permanen itu dengan rakyat. Karena sistem politik kita pascajatuhnya Soeharto mengembalikan makna kekuasaan itu untuk rakyat, dari rakyat, dan oleh rakyat. Itu yang dipegang oleh PDI Perjuangan," ujar Hasto usai menuntaskan lari dalam ajang Soekarno Run 2026 di Parkir Timur Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (15/2/2026).

Meski begitu, Hasto mengamini dinamika politik nasional yang bersifat cair dan sangat terbuka terhadap kerja sama antarpartai. Karenanya, dia memilih untuk menghormati langkah politik mereka tanpa berniat mencampuri. 

“Tapi kalau ada suatu partai menggagas kerja sama permanen, ya bagi PDI Perjuangan kami tidak mencampuri kedaulatan partai lain,” tutur Hasto.

Namun Hasto mengingatkan, fitrah partai politik sejatinya adalah bekerja untuk rakyat. Apalagi, kontestasi lima tahunan masih terasa jauh sekira tahun 2029. Dia menegaskan, masih banyak pekerjaan rumah yang lebih mendesak untuk bangsa ketimbang soal elektoral. 

“Pemilu masih jauh. Apa yang terjadi di NTT, ada anak sekolah bunuh diri karena tidak bisa membeli alat tulis, itu pukulan kemanusiaan dan tamparan buat kita semua. Jangan bawa demokrasi ini hanya elektoral, lebih baik bicara demokrasi untuk rakyat," Hasto menandasi.

 

Golkar Bahas Koalisi Permanen

Diberitakan sebelumnya, koalisi permanen sempat disyuarakan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Muhammad Sarmuji. Menurut dia, partainya masih mendorong pembentukan koalisi permanen. Dia menyebut koalisi permanen dibutuhkan untuk mendukung semua kebijakan pemerintah.

Sarmuji menuturkan, koalisi permanen, bukan hanya dibutuhkan saat situasi politik yang berada dalam kondisi menguntungkan, tetapi juga ketika menghadapi tantangan dan kesulitan.

“Dalam keadaan yang barangkali masih memerlukan dukungan, Golkar tidak akan pernah lari dari kesepakatan koalisi. Jadi kita dorong koalisi permanen," kata Sarmuji di Kompleks Parlemen Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Bahkan, sambung Sarmuji, konsep koalisi permanen bisa untuk jangka panjang, bukan hanya sampai 2029 saja.

“Koalisi permanen bisa kita bicarakan jangka waktunya. Nanti kalau sudah sepakat tentang koalisi permanen, jangka waktunya bisa kita bicarakan,” ujarnya.

"Apakah 5 tahun penuh ini, atau bisa juga berdimensi jangka panjang, nah itu lah perlunya pembicaraan-pembicaraan yang intensif membangun komunikasi di antara sesama partai," sambungnya.

Sebagai informasi, saat ini hampir semua partai di Parlemen Senayan menyatakan dukungannya untuk berkoalisi dengan Pemerintahan Prabowo. Hanya PDIP yang menegaskan posisinya sebagai partai penyeimbang.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6