Kembali Colek Purbaya, Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hati-Hati, Bapak Bisa Angkat Koper ke KPK

Immanuel Ebenezer alias Noel kembali menyinggung Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai sidang kasus dugaan pemerasan sertifikasi K3 di Kemnaker.

Diterbitkan 09 Februari 2026, 17:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Noel membantah keterlibatannya, menyatakan tidak ada saksi yang mengaitkannya dengan kasus K3.
  • Noel khawatir Menkeu Purbaya akan bernasib sama karena kebijakan pro-rakyatnya.
  • Noel mengkritik penegakan hukum di Indonesia yang dinilai bisa dibeli.

Liputan6.com, Jakarta - Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer alias Noel kembali menyinggung Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai mengikuti sidang kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan.

Noel menilai hingga kini tidak ada satu pun keterangan saksi di persidangan yang mengaitkan dirinya dengan perkara tersebut.

“Sampai detik ini tidak ada satu pun saksi mengaitkan perkara yang selama ini diorkestrasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terkait saya, enggak ada,” kata Noel di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (9/2/2026).

Dia menegaskan, seluruh saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum dalam persidangan tidak memiliki keterkaitan dengan dirinya saat menjabat sebagai wakil menteri ketenagakerjaan.

“Tidak ada hubungan antara perkara saya dengan saksi. Dari saksi pertama sampai sekarang!” tegasnya.

Lebih lanjut, Noel mengaku khawatir perkara yang menimpanya dapat menyeret nama lain di Kabinet Merah Putih yang dinilainya memiliki kebijakan pro rakyat. Salah satu nama yang ia sebut adalah Purbaya Yudhi Sadewa, yang menurutnya berpotensi mengalami perlakuan serupa atau yang ia istilahkan sebagai “di-Noel-kan”.

“Enggak kalah penting adalah pernyataan saya pertama tentang Pak Purbaya. Artinya, semakin terbukti bahwa informasi A1 tinggal sejengkal lagi. Pak Purbaya, apalagi kemarin KPK bilang ‘saya angkat topi ke Pak Purbaya’. Lama-lama Pak Purbaya akan angkat koper dari rumahnya untuk ke KPK,” ucap Noel.

 

Sarankan Purbaya Hati-hari, Banyak Elite Terganggu Tindak Tanduknya

Noel pun mengingatkan Purbaya agar berhati-hati dalam menjalankan kebijakan. Menurutnya, sejumlah kebijakan Menteri Keuangan berpotensi mengganggu kepentingan elite tertentu.

“Itu pesannya. Hati-hati Pak Purbaya. Beliau punya kebijakan begitu bagus, tapi banyak elite akan terganggu. Ya kan? Karena banyak pemain-pemain liar di republik ini. Dengan kebijakan Pak Purbaya, mereka sangat terganggu,” jelas Noel.

Ia menutup pernyataannya dengan kritik keras terhadap penegakan hukum di Indonesia.

“Ingat, hukum di republik ini bisa dibeli. Apalagi yang namanya saya mau bikin yang namanya Komisi Penitipan Kasus (KPK),” kata Noel.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6