Menpar Widiyanti Pamer Ratusan Penghargaan, DPR: Dampaknya Apa untuk Rakyat?

Menurut Ketua Komisi VII, Saleh Partaonan Daulay, berbagai penghargaan hanya bagus bagi citra pribadi bukan bagi rakyat langsung.

Diterbitkan 22 Januari 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Komisi VII DPR mencecar Menpar terkait dampak nyata penghargaan pariwisata.
  • Menpar Widiyanti memamerkan 154 penghargaan 2025, termasuk Bali destinasi terbaik.
  • Ketua Saleh ragukan manfaat penghargaan bagi rakyat, hanya citra pribadi.

Liputan6.com, Jakarta - Suasana Rapat Kerja Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (21/1/2026) memanas saat Ketua Komisi VII, Saleh Partaonan Daulay, mencecar Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana.

Mulanya, Menpar membeberkan ratusan penghargaan kementeriannya sepanjang 2025.

"Pertama-tama izinkan saya membawa kabar baik. Pariwisata Indonesia menorehkan beragam penghargaan pada tahun 2025. Baru-baru ini juga Bali dinobatkan sebagai destinasi terbaik dunia versi TripAdvisor," ujar Widiyanti dalam rapat seperti dilansir Youtube TV Parlemen, Kamis (22/1/2026).

Saleh lantas meminta penjelasan lisan apa saja dampak nyata berbagai penghargaan dan program Kemenpar bagi rakyat.

Menurut Saleh, Menpar harus bisa menjelaskan langsung terkait pendalaman materi dalam rapat, bukannya menjawab pertanyaan secara tertulis seperti selama ini.

"Bu Menteri, kalau enggak mau rapat ya jangan jadi menteri juga. Kita juga kalau anggota DPR enggak mau rapat ya jangan jadi anggota DPR juga dong. Benar enggak? Kan ini konsekuensi daripada tugas konstitusional," kata Saleh.

Saleh mengingatkan rapat bukanlah pilihan, melainkan mandat undang-undang bagi pejabat negara.

 

Sekadar Citra Pribadi

Selanjutnya, Saleh menanyakan manfaat adanya 154 penghargaan yang disampaikan Menpar.

Menurutnya, berbagai penghargaan hanya bagus bagi citra pribadi bukan bagi rakyat langsung.

"Saya ingin ini dijelaskan satu per satu jenisnya apa saja penghargaan ini dan dampaknya apa untuk rakyat Indonesia? Kalau cuma untuk pribadinya Ibu Menteri atau untuk citra kementerian, itu bagus, tapi rakyat dapat apa?" tegas Saleh.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6