Kebakaran Gudang Genteng di Depok, 7 Motor Ikut Dilalap Api

Kebakaran yang melanda gudang dan mess pekerja di Cisalak Pasar, Cimanggis, Depok, diduga dipicu korsleting listrik dari dalam bangunan.

Diterbitkan 22 Januari 2026, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kebakaran melanda gudang dan mess pekerja di Cimanggis, Depok.
  • Diduga korsleting listrik menjadi penyebab utama kebakaran tersebut.
  • Tidak ada korban jiwa, namun tujuh motor dan warung hangus terbakar.

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran melanda gudang dan mess pekerja di Jalan Bengkel Cisalak Pasar, Cimanggis, Depok, Kamis (22/1/2026).

"Yang terbakar dari depan ini kayak toko sampai ke belakang gudang, plus digunakan untuk mess dari karyawan gudang," kata Kasubag UPT DPKP Cimanggis, Jumali saat dikonfirmasi.

Setelah mendapat laporan, menurut dia, petugas pun langsung berusaha memadamkan kebakaran untuk mencegah api merambat ke bangunan lainnya, dikarenakan di lokasi kebakaran merupakan permukiman padat penduduk.

"Diduga kebakaran disebabkan korsleting listrik dari titik bagian dalam bangunan lokasi yang terbakar," ungkap Jumali.

Api, kata dia, berhasil dipadamkan tak lama para petugas datang ke lokasi kebakaran.

"Pemadaman dilakukan selama satu jam, tidak ada kendala yang ditemukan petugas kami saat pemadaman," tutur Jumali.

Atas peristiwa tersebut, sejumah barang hangus terbakar. Namun, tak sampai memakan korban jiwa dan luka.

"Terdapat tujuh kendaraan roda dua yang ikut terbakar, serta kerugian di warung yang terbakar lebih dahulu,” terang Jumali.

 

Diberi Peringatan

Sementara, Lurah Cisalak Pasar, Aris Wardhana mengatakan, lokasi yang terbakar merupakan gudang property bangunan di mana memproduksi genteng dan terdapat sejumlah bahan lainnya seperti tiner dan cat.

"Gudang ini memproduksi genteng yang nanti akan dikirim ke konsumen," kata dia.

Aris meminta kepada pengurus lingkungan maupun para pemilik gudang, untuk melakukan pendataan wilayah untuk mengantisipasi kebakaran. Hal itu untuk mencegah terjadinya peristiwa kebakaran di lingkungan warga.

"Mau usaha apa pun, pendataannya kita harus punya, kita harus tahu, kita harus peduli sekarang untuk mencegah hal seperti ini, kerugian banyak yang terjadi saat ini," jelas dia. 

Aris menambahkan, pada peristiwa kebakaran gudang tersebut tidak memiliki APAR untuk mengantisipasi kebakaran. Saat terjadi kebakaran, warga berusaha memadamkan api secara manual, serta beberapa warga membawa APAR dari rumahnya.

"Jadi warga membantu memadamkan api secara manual menggunakan air," kata dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6