Update Kebakaran Pemukiman Padat Makassar: 37 Rumah Rusak

Sebanyak 37 rumah rusak akibat kebakaran di Makassar, 25 diantaranya rusak berat.

OlehFauzan
Diterbitkan 11 Agustus 2026, 08:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Sulawesi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar merampungkan asesmen awal kebakaran di Jalan Kandea 3 Lorong 2 dan 3, Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala, Makassar, Sulawesi Selatan. Hasilnya, 37 rumah terdampak dan 245 jiwa dari 60 kepala keluarga (KK) menjadi korban kebakaran.

Dari 37 rumah tersebut, 25 mengalami rusak berat, tujuh rusak sedang, dan lima lainnya rusak ringan.

"Sebanyak 20 rumah terdampak berada di RT 03/RW 04. Sementara 17 rumah lainnya berada di RT 04/RW 04," kata Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Muhammad Fadli Tahar kepada wartawan Selasa (11/8/2026).

Kebakaran dilaporkan terjadi pada pukul 20.10 WITA, Senin (10/8/2026) malam. Api menyambar kawasan yang didominasi bangunan semi permanen sebelum akhirnya berhasil dikendalikan petugas.

"Dari 245 jiwa yang terdampak, 63 di antaranya adalah anak-anak, 30 balita, 11 lansia, serta seorang ibu hamil," sebutnya.

Dalam insiden itu, lanjut Fadli, dua warga dilaporkan mengalami luka ringan. Hingga asesmen dilakukan, belum terdapat laporan korban meninggal dunia akibat kebakaran.

Fadli menambahkan bahwa asesmen dilakukan setelah kondisi di lokasi memungkinkan. Pendataan tersebut dilakukan untuk memastikan jumlah warga dan bangunan terdampak sekaligus mengidentifikasi kebutuhan mendesak.

"Setelah api berhasil dikendalikan, fokus kami adalah memastikan kondisi warga, melakukan asesmen kerusakan dan mendata kebutuhan mendesak, terutama bagi anak-anak, balita, lansia dan kelompok rentan," ujarnya.

Sejumlah kebutuhan awal warga terdampak juga telah teridentifikasi. Di antaranya terpal, baby kit, family kit, first aid kit, pakaian, sarung, dan selimut.

BPBD Makassar memastikan penanganan warga tidak berhenti setelah api padam. Asesmen lanjutan akan menjadi dasar menentukan kebutuhan bantuan logistik hingga langkah rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga yang mengalami kerusakan.

"Api memang sudah padam, tetapi bagi warga terdampak, persoalan belum selesai. Pemerintah harus hadir pada fase pemulihan. Kami akan melihat apa yang paling mendesak dan apa yang dibutuhkan untuk mempercepat recovery warga," kata Fadli.

 

Pennyebab Kebakaran Masih Dicari

BPBD juga akan melihat kebutuhan layanan dukungan psikososial atau trauma healing. Perhatian khusus akan diberikan kepada anak-anak dan kelompok rentan yang terdampak kebakaran.

Dalam penanganan kebakaran, puluhan armada Damkar Makassar sebelumnya telah dikerahkan ke lokasi. Penanganan turut melibatkan BPBD Makassar, TNI, Polri, Tagana, TBM, dan PMI Kota Makassar.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, namun masih memerlukan identifikasi lebih lanjut oleh pihak yang berwenang.

BPBD Makassar menyatakan data tersebut masih bersifat sementara dan dapat diperbarui berdasarkan hasil asesmen lanjutan di lapangan.

"Yang terpenting saat ini adalah memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan penanganan yang dibutuhkan. Tim akan terus bekerja dan melakukan pembaruan data sebagai dasar langkah pemulihan berikutnya," ujarnya.