Kronologi Geng Motor di Makassar Serang Mahasiswa hingga Tewas

Aksi kelompok geng motor di Makassar berujung tewasnya seorang mahasiswa setelah diserang parang dan busur panah.

OlehFauzan
Diterbitkan 04 Oktober 2026, 16:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Aksi brutal yang melibatkan kelompok geng motor terjadi di sejumlah titik di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (4/10/2026) dini hari hingga pagi.

Dalam rangkaian kejadian tersebut, seorang mahasiswa tewas dan satu orang lainnya terluka parah. Sementara itu, dua sepeda motor dibakar warga setelah rombongan yang diduga geng motor dihadang di kawasan Jalan Sungai Saddang Baru.

Korban tewas dalam insiden penyerangan tersebut diketahui bernama M Akmar Makmur (24). Dia meninggal dunia di lokasi kejadian setelah mengalami luka terbuka di kepala akibat sabetan senjata tajam. Polisi juga menemukan anak panah busur yang tertancap di kepala korban.

Sementara rekannya, Muh Farel (17), mengalami luka robek di bagian kepala dan punggung. Dia masih menjalani perawatan intensif di RS dr. Tajuddin Khalid Makassar.

Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jafar mengatakan kedua korban menjadi sasaran penyerangan kelompok yang diduga geng motor.

"Ada dua orang korban. Satu meninggal dunia di lokasi dan satunya sementara dirawat intensif di rumah sakit karena luka cukup serius di kepala," kata Jafar, Minggu (4/10/2026).

Korban Dikejar hingga Terjadi Kecelakaan

Berdasarkan penyelidikan awal, peristiwa bermula ketika kedua korban bersama teman-temannya sedang berkumpul di Jalan Daeng Ramang, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.

Saat sedang nongkrong, mereka didatangi sekelompok pelaku yang diperkirakan berjumlah sekitar 12 sepeda motor. Kelompok tersebut disebut membawa senjata tajam dan busur panah.

"Kelompok geng motor ini menyerang korban yang sedang duduk-duduk," ujarnya.

Serangan tersebut memicu perlawanan dari kelompok korban. Para korban bersama rekannya kemudian mengejar para pelaku yang melarikan diri ke arah Kabupaten Maros.

Namun, pengejaran tersebut berakhir nahas. Saat tiba di Jalan Perintis Kemerdekaan Kilometer 19, tepatnya di sekitar kawasan perlimaan bandara, rombongan korban mengalami kecelakaan lalu lintas.

Menurut Jafar, kondisi tersebut dimanfaatkan para pelaku untuk berbalik menyerang korban yang terjatuh dari sepeda motor.

"Karena para korban ini kecelakaan. Geng motor yang diburu itu, putar balik menyerang korban yang jatuh dari motor. Korban dihantam parang dan dipanah," ungkapnya.

Akmar dan Farel yang tidak sempat menyelamatkan diri kemudian menjadi sasaran serangan. Keduanya ditemukan bersimbah darah dengan luka yang diduga akibat sabetan senjata tajam dan serangan busur panah.

Akmar dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan Farel dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

 

 

Dua Motor Dibakar Warga

Di waktu yang hampir bersamaan, aksi yang diduga berkaitan dengan kelompok geng motor juga terjadi di Jalan Sungai Saddang Baru, Kecamatan Makassar.

Sekitar pukul 05.00 WITA, sekelompok warga menghadang rombongan sekitar 20 sepeda motor yang melintas dari arah timur.

Berdasarkan keterangan yang diterima polisi, kelompok pemuda yang berada di kawasan Inspeksi Kanal atau Lorong Lonner, Kelurahan Barabaraya Selatan, menghadang rombongan tersebut menggunakan petasan dan busur panah.

Akibatnya, sejumlah pengendara terjatuh dan meninggalkan sepeda motor mereka di lokasi kejadian.

"Jadi ada kelompok geng motor yang melintas kemudian dihadang menggunakan petasan dan busur. Ada yang terjatuh dan meninggalkan motornya, kemudian dua motor tersebut dibakar," kata Jafar.

Dua sepeda motor yang ditinggalkan kemudian dibakar oleh kelompok pemuda tersebut. Sekitar pukul 06.20 WITA, bangkai kendaraan yang hangus terbakar dievakuasi petugas dan dibawa ke Mapolsek Makassar.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku yang terlibat dalam kedua peristiwa tersebut.

"Kasus ini masih kami selidiki untuk memburu dan menangkap para pelaku," tegas Jafar.