Puan Terima Kunjungan Ketua Parlemen Korsel di DPR, Soroti soal Perlindungan PMI

Puan menyampaikan bahwa perlindungan PMI menjadi perhatian utama DPR RI bersama pemerintah, seiring puluhan ribu pekerja migran Indonesia yang bekerja di Korea Selatan.

Diterbitkan 22 Januari 2026, 16:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan pentingnya perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI) dalam pertemuannya dengan Ketua Majelis Nasional Republik Korea Selatan Woo Won-Shik di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Puan menyampaikan bahwa perlindungan PMI menjadi perhatian utama DPR RI bersama pemerintah, seiring puluhan ribu pekerja migran Indonesia yang bekerja di berbagai sektor di Korea Selatan.

“Selamat datang di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Saya harap Yang Mulia merasakan hangatnya penerimaan kami di Jakarta, seperti yang telah kami rasakan saat diterima oleh Yang Mulia di Seoul,” kata Puan mengawali pertemuan tersebut. 

“Atas nama Indonesia, kami mengucapkan terima kasih kepada Republik Korea yang telah membuka peluang kerja bagi puluhan ribu pekerja migran Indonesia,” lanjutnya. 

Menurut Puan, upaya perlindungan PMI harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan pelatihan pra-keberangkatan, pengawasan kondisi kerja di lapangan, hingga penegakan hukum apabila terjadi pelanggaran terhadap hak-hak pekerja.

“Kami mengapresiasi langkah-langkah Korea Selatan dalam memperbaiki regulasi ketenagakerjaan bagi pekerja asing dan kerja sama yang erat dengan perwakilan Indonesia di Seoul untuk memastikan setiap PMI dapat bekerja dengan aman, bermartabat, dan memperoleh haknya secara penuh,” ujarnya.

Puan menyambut langsung kedatangan Woo Won-Shik yang didampingi oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR, Dolfie Othniel Frederic Palit, Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris, Anggota Komisi XII DPR Shanty Alda Nathalia, serta sejumlah anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR seperti Gilang Dhielafararez, Stevano Rizki Adranacus, dan Pinka Hapsari.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan. Kunjungan ini menandai penguatan hubungan parlemen kedua negara yang telah terjalin selama 53 tahun.

 

Kemitraan Indonesia dan Republik Korea

Puan menegaskan Indonesia dan Korea Selatan saat ini merupakan mitra strategis khusus yang terus bekerja sama untuk memberikan manfaat nyata bagi rakyat kedua negara.

Bagi Indonesia, kata Puan, kemitraan dengan Republik Korea tidak hanya bersifat pragmatis, tetapi juga didasari kesamaan nilai seperti demokrasi, penghormatan terhadap hukum dan HAM, serta komitmen pada kerja sama multilateral berbasis aturan.

“Indonesia memandang kerja sama antara negara-negara middle powers, khususnya Indonesia dan Republik Korea, sangat penting untuk menjaga stabilitas kawasan dan memperkuat tatanan global yang lebih inklusif,” tutur Puan. 

Di tingkat kawasan, Puan menilai peran aktif Korea Selatan penting dalam mendukung sentralitas ASEAN dan implementasi ASEAN Outlook on the Indo-Pacific. 

DPR RI, kata dia, berkomitmen memperkuat kerja sama antar-parlemen, termasuk melalui ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) dan forum parlemen internasional lainnya.

“Agar kemitraan yang dibangun diterjemahkan secara konkret dalam program-program yang bermanfaat jangka panjang, tidak hanya bagi kedua bangsa, tetapi juga bagi masyarakat dunia,” ucap Puan.

 

Salah Satu Investor Terbesar di Indonesia

Dalam bidang ekonomi, Puan menyebut kemitraan Indonesia–Korea Selatan menjadi salah satu pilar penting bagi pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. 

DPR RI, lanjutnya, juga mengapresiasi konsistensi Korea Selatan sebagai salah satu investor terbesar di Indonesia dalam satu dekade terakhir.

“Saya harap kedepannya investasi Korea terus meningkat dan semakin berkualitas, terutama dalam hal penciptaan nilai tambah, alih teknologi, serta penguatan rantai pasok industri,” katanya.

Puan juga menyoroti potensi kerja sama di sektor energi terbarukan, industri rendah karbon, ekonomi digital, hingga pengembangan kawasan industri dan proyek strategis nasional, termasuk di luar Pulau Jawa dan di Ibu Kota Nusantara. 

“Kami berharap langkah ini meningkatkan akses produk unggulan kedua negara ke pasar satu sama lain. Saya yakin Pemerintah Indonesia akan terus memperkuat kepastian usaha melalui penyederhanaan perizinan dan pembaruan regulasi investasi,” harap Puan. 

Sementara itu, Woo Won-Shik menyatakan Korea Selatan berkomitmen untuk terus meningkatkan investasi di Indonesia dan mendukung pembangunan nasional guna mencapai target Indonesia Emas 2045.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6