Menhut Tegaskan Komitmen Lindungi Gajah Sumatra di Forum London

Pemerintah menegaskan komitmennya melindungi gajah Sumatra yang berstatus kritis melalui Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) di Aceh.

Diterbitkan 22 Januari 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemerintah berkomitmen lindungi gajah Sumatra melalui Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) di Aceh.
  • PECI Aceh, model konservasi kolaboratif, diperluas dari 20.000 menjadi 90.000 hektare lahan.
  • Taman Nasional Way Kambas akan jadi proyek offset karbon pertama, didukung satgas pembiayaan nasional.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi satwa Indonesia, salah satunya gajah Sumatra yang berstatus kritis melalui Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) di Provinsi Aceh.

Hal tersebut disampaikan Raja Juli dalam forum Sustaunable Nature Finance in Aceh and Beyond di London, (21/1/2026).

Forum ini dihadiri Minister for Indo Pacific Seema Malhotra, Utusan Khusus Presiden RI Bidang Perubahan Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo, hingga Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budi Djiwandono.

Raja Juli menekankan Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati paling penting di dunia. Namun, kata dia, Indonesia saat ini menghadapi tekanan serius akibat kehilangan habitat.

"Ratusan spesies tumbuhan dan mamalia saat ini dikategorikan sebagai rentan, terancam punah, atau kritis," kata Raja Juli dikutip dari siaran pers, Kamis (22/1/2026).

Dia menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan langsung agar pemerintah mengambil langkah-langkah luar biasa untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati nasional dan menyelamatkan Taman Nasional.

Salah satunya, PECI Aceh yang difokuskan pada perlindungan gajah Sumatera. Komitmen ini bermula dari dialog antara Presiden Prabowo dengan Raja Inggris Charles III.

"Dalam dialog Presiden Republik Indonesia dengan Yang Mulia Raja Inggris pada November 2024, Presiden Prabowo berkomitmen menyediakan lahan seluas 20.000 hektare untuk konservasi gajah. Pada Agustus 2025, komitmen ini diperluas menjadi 90.000 hektare," jelas dia.

 

Proyek Percontohan Pertama

Menurut Raja Juli, PECI dirancang sebagai inisiatif kolaboratif lintas sektor, serta menggabungkan pendekatan konservasi, pengelolaan lanskap, dan pemberdayaan masyarakat.

Inisiatif ini dirancang sebagai model percontohan (role model) yang ke depan akan direplikasi di wilayah lain di Indonesia dengan tantangan konservasi serupa.

Tidak hanya PECI Aceh, proyek percontohan pertama untuk memobilisasi sumber pembiayaan baru ke dalam sistem taman nasional, dilakukan di Taman Nasional Way Kambas, Provinsi Lampung, Sumatra.

"Saat ini kami tengah membangun fondasi yang diperlukan agar Way Kambas dapat menjadi lokasi proyek offset karbon pertama di dalam sistem taman nasional Indonesia yang terbuka bagi Pasar Karbon Sukarela (Voluntary Carbon Market/VCM)," tutur Raja Juli.

 

Pembiayaan Berkelanjutan

Selain itu, Raja Juli menyampaikan sejumlah langkah strategis untuk mempercepat pembiayaan berkelanjutan bagi 57 Taman Nasional Indonesia. Salah satunya pembentukan Satuan Tugas Pembiayaan Taman Nasional, yang diketuai Utusan Khusus Presiden.

"Satuan tugas ini akan memberikan arahan strategis serta mengoordinasikan pelaksanaan Strategi dan Kerangka Investasi Pembiayaan Taman Nasional," ucap dia

"Kedua, revisi terhadap seluruh regulasi yang diperlukan, serta penerbitan regulasi baru apabila dibutuhkan, guna memungkinkan Indonesia bermitra secara efektif dengan sektor swasta," sambung Raja Juli.New

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6