Menko AHY Sebut Penyebab Pesawat ATR 42-500 Jatuh Masih Dalam Investigasi

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan penyebab pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar yang jatuh di Sulawesi Selatan, masih dalam proses investigasi.

Diterbitkan 18 Januari 2026, 17:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Penyebab jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Maros masih diselidiki, antara cuaca atau teknis.
  • Serpihan pesawat dan satu korban ditemukan di jurang 200 meter Bukit Bulusaraung.
  • Operasi SAR besar melibatkan 376 personel mencari 10 penumpang di medan sulit.

Liputan6.com, Jakarta - Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan penyebab pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar yang jatuh di Maros, Sulawesi Selatan, masih dalam proses investigasi.

"Kalau tadi lihat dokumentasinya, videonya itu memang gunung-gunung,sehingga kita masih perlu investigasi penyebab utamanya apa. Karena apakah cuaca atau ada kendala teknis yang lainnya, ini masih perlu waktu untuk diinvestigasi. Nanti akan diupdate perkembangannya," kata AHY di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (18/1/2026).

AHY menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa naas tersebut. Menurut laporan yang ia teruma, pesawat tersebut sempat bersiap untuk mendarat sebelum akhirnya putus kontak.

"Jadi, tentunya kita berduka ya. Intinya hari ini kita terus melakukan upaya untuk melakukan evakuasi. Saya sudah dilapori oleh Menteri Perhubungan, jadi penerbangan dari Jogja ke Sulawesi Selatan menggunakan pesawat ATR dan sebetulnya sudah persiapan landing juga, tapi kemudian putus kontak," ujar AHY.

Menurut AHY, koordinat serpihan pesawat sudah ditemukan. Tim gabungan sedang bekerja melakukan proses evakuasi.

"Saya dapat laporan sudah ada koordinat serpihan-serpihan pesawat yang tentunya perlu operasi khusus untuk bisa melakukan evakuasi, Basarnas dan tim di lapangan juga terus bekerja," ujarnya.

1 Korban Dievakuasi dari Jurang Sedalam 200 Meter

Sebelumnya, Basarnas berhasil mengevakuasi satu korban pesawat ATR 42-500 yang ditemukan jatuh ke dalam jurang berkedalaman sekitar 200 meter di kawasan Bukit Bulusaraung, Kabupaten Pangkep-Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026).

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu, mengatakan bahwa korban ditemukan pada pukul 14.20 Wita pada koordinat 04°54’44” LS dan 119°44’48” BT.

"Di kedalaman jurang sekitar kurang lebih 200 meter, saat ini sedang berlangsung proses evakuasi," kata dia.

Kepala Kantor SAR Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC) mengkonfirmasi bahwa korban dengan jenis kelamin laki-laki tersebut berada di sekitar serpihan pesawat, dan saat ini sedang dievakuasi menggunakan rangkaian tali-temali berteknik vertikal rescue melalui jalur pendakian untuk kemudian diidentifikasi lebih lanjut di posko utama.

Selain penemuan korban, Basarnas juga menyampaikan bahwa tim petugas menemukan sejumlah serpihan pesawat lainnya yang berupa bagian rangka dan kursi.

Operasi SAR dinyatakan masih berlangsung dengan mempertimbangkan medan yang curam pada ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut, serta kondisi cuaca yang cepat berubah.

Basarnas masih bekerja untuk mencari dan mengevakuasi para penumpang beserta awak pesawat yang menjadi korban dengan melakukan penyisiran lanjutan di sekitar lokasi temuan.

Operasi SAR tersebut melibatkan sekitar 376 personel tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri serta unsur potensi SAR lainnya, termasuk organisasi Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala).

Pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT sebelumnya dilaporkan hilang kontak dan ditemukan pada Minggu pagi.

Berdasarkan data manifest penerbangan yang diperbaharui, pesawat ATR tersebut mengangkut 10 orang, termasuk awak pesawat.

Di dalamnya terdapat tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yakni Ferry Irawan selaku analis kapal pengawas, Deden Mulyana sebagai pengelola barang milik negara, serta Yoga Naufal sebagai operator foto udara.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6