Top 3 News: Hakim Tolak Eksepsi Nadiem, Perkara Dugaan Korupsi Laptop Chromebook Lanjut Tahap pembuktian

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menolak eksepsi yang diajukan eks Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim. Itulah top 3 news hari ini.

Diterbitkan 13 Januari 2026, 09:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menolak eksepsi yang diajukan eks Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim. Itulah top 3 news hari ini.

Dengan putusan ini, perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook berlanjut ke tahap pembuktian. Putusan sela dibacakan dalam sidang lanjutan yang digelar Senin 12 Januari 2026.

Ketua Majelis Hakim Purwanto Abdullah menyatakan keberatan yang diajukan Nadiem dan tim penasihat hukumnya tidak dapat diterima. Ada pun poin-poin eksepsi yang ditolak meliputi unsur memperkaya diri sendiri, besaran kerugian keuangan negara, hingga keterkaitan investasi Google terhadap Gojek dengan proyek pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek.

Sementara itu, sebuah bus listrik Transjakarta mengalami kecelakaan dengan menabrak tiang beton di kolong Tol JORR, kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan, pada Senin 12 Januari 2026.

Insiden tersebut mengakibatkan satu penumpang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin mengatakan, korban merupakan penumpang bus Transjakarta.

Komarudin menjelaskan, kecelakaan melibatkan bus listrik Transjakarta bernomor polisi B-7022-TGX yang melaju dari arah selatan menuju utara di Jalan Raya Pasar Minggu.

Berita terpopuler lainnya di kanal News Liputan6.com adalah terkait Presiden Prabowo Subianto menyinggung adanya sejumlah direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang masih meminta tantiem atau bonus, meski perusahaan yang mereka pimpin mengalami kerugian. Baginya, sikap tersebut sangatlah tidak pantas.

Prabowo menegaskan, bagi jajaran direksi yang merasa tidak mampu bekerja sesuai mandat perusahaan negara untuk segera mengundurkan diri. Terlebih, masih banyak sosok lain yang lebih kompeten dan siap menggantikan posisi mereka.

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Senin 12 Januari 2026:

1. Hakim Tolak Eksepsi Nadiem, Perkara Dugaan Korupsi Laptop Chromebook Lanjut Tahap pembuktian

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menolak eksepsi yang diajukan eks Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim. Dengan putusan ini, perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook berlanjut ke tahap pembuktian.

Putusan sela dibacakan dalam sidang lanjutan yang digelar Senin 12 Januari 2026. Ketua Majelis Hakim Purwanto Abdullah menyatakan keberatan yang diajukan Nadiem dan tim penasihat hukumnya tidak dapat diterima.

"Mengadili, menyatakan perlawanan atau eksepsi dari terdakwa Nadiem Anwar Makarim dan penasihat hukumnya tidak dapat diterima," kata Purwanto.

Adapun poin-poin eksepsi yang ditolak meliputi unsur memperkaya diri sendiri, besaran kerugian keuangan negara, hingga keterkaitan investasi Google terhadap Gojek dengan proyek pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek.

 

Selengkapnya...

2. Bus Listrik Transjakarta Tabrak Tiang Beton di Kolong Tol JORR, Satu Penumpang Luka

Sebuah bus listrik Transjakarta mengalami kecelakaan dengan menabrak tiang beton di kolong Tol JORR, kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan, pada Senin 12 Januari 2026.

Insiden tersebut mengakibatkan satu penumpang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin mengatakan, korban merupakan penumpang bus Transjakarta.

“Korban satu orang luka-luka, penumpang Transjakarta,” kata Komarudin dalam keterangannya, Senin.

Komarudin menjelaskan, kecelakaan melibatkan bus listrik Transjakarta bernomor polisi B-7022-TGX yang melaju dari arah selatan menuju utara di Jalan Raya Pasar Minggu.

 

Selengkapnya...

3. Prabowo Jengkel Direksi BUMN Masih Minta Bonus Padahal Perusahaan Rugi: Tidak Tahu Malu, Dableg!

Presiden Prabowo Subianto menyinggung adanya sejumlah direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang masih meminta tantiem atau bonus, meski perusahaan yang mereka pimpin mengalami kerugian. Baginya, sikap tersebut sangatlah tidak pantas.

“Direksi-direksi BUMN, saya katakan saja, tidak baik. Saya beri tugas kepada Kepala Danantara dan beberapa menteri-menteri yang bertangung jawab untuk membersihkan semua BUMN. BUMN sangat banyak. Banyak yang rugi,” tutur Prabowo saat momen meresmikan megaproyek kilang raksasa Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin 12 Januari 2026.

"Sudah rugi, minta tantiem lagi. Enggak tahu malu. Dablek menurut saya," sambungnya.

Prabowo menegaskan, bagi jajaran direksi yang merasa tidak mampu bekerja sesuai mandat perusahaan negara untuk segera mengundurkan diri. Terlebih, masih banyak sosok lain yang lebih kompeten dan siap menggantikan posisi mereka.

 

Selengkapnya...

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6