Liputan6.com, Jakarta - Komika Pandji Pragiwaksono menyampaikan permohonan maaf secara terbuka setelah keliru menyebut institusi dalam kasus penemuan uang hampir Rp1 triliun milik mantan pejabat Mahkamah Agung (MA), Zarof Ricar.
Klarifikasi dan permintaan maaf tersebut disampaikan Pandji melalui kolom komentar akun instagram, @Jaksapedia.
Kekeliruan itu bermula dari pernyataan Pandji dalam sebuah konten video yang beredar di media sosial. Dalam video tersebut, Pandji menyebut seolah-olah uang hampir Rp1 triliun tersebut berasal dari pejabat Kejaksaan Agung.
Advertisement
“Lu tau enggak, ada pejabat Kejaksaan Agung yang menimbun 1 triliun di rumahnya,” ujar Pandji dalam potongan video yang kemudian diunggah ulang.
Namun, akun Jaksapedia melakukan klarifikasi dan cek fakta atas pernyataan tersebut. Berdasarkan penelusuran, sosok yang dimaksud adalah Zarof Ricar, mantan pejabat Mahkamah Agung, bukan pejabat Kejaksaan Agung.
Sebaliknya, Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) justru yang membongkar kasus tersebut. Tim penyidik Kejagung menyita uang hampir Rp1 triliun serta emas seberat 51 kilogram dari rumah Zarof Ricar.
Menyadari kesalahan tersebut, Pandji Pragiwaksono langsung menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf di kolom komentar unggahan akun Instagram @jaksapedia.
“Maaf, maaf, saya salah sebut. Maksudnya Mahkamah Agung, guys. Mohon dimaafkan,” tulis Pandji melalui akun resminya @pandji.pragiwaksono.
Komentar tersebut kemudian disematkan oleh Jaksapedia sebagai upaya meluruskan informasi yang beredar di ruang publik. Hingga kini, unggahan permintaan maaf Pandji telah mendapatkan ratusan tanda suka dan komentar dari warganet.
Sejumlah pengguna media sosial mengapresiasi klarifikasi yang dilakukan Jaksapedia serta sikap Pandji yang segera mengoreksi pernyataannya.
Publik menilai pelurusan informasi penting untuk mencegah kesalahpahaman, terutama terkait pembedaan antara pelaku kejahatan dan institusi penegak hukum dalam perkara dugaan makelar kasus di Mahkamah Agung.
MA Tolak Kasasi Zarof Ricar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5127644/original/013372000_1739177642-20250210-Sidang_Perdana_Zarof-ANG_4.jpg)
Sebelumnya, Mahkamah Agung menolak kasasi yang diajukan jaksa penuntut umum dan mantan pejabat MA, Zarof Ricar.
Dengan putusan ini, Zarof Ricar tetap harus menjalani hukuman 18 tahun penjara. Putusan itu diumumkan dalam dalam laman kepaniteraan MA.
"Amar putusan tolak kasasi penutut umum dan terdakwa," seperti dikutip dalam laman kepaniteraan Mahkamah Agung, Jumat (14/11/2025).
Putusan diketok majelis hakim pada Rabu, 12 November 2025. Sidang Kasasi dipimpin hakim Yohanes Priyana dengan anggota Arizon Mega Jaya dan Noor Edi Yono.
Dalam sidang banding di Pengadilan Tinggi Jakarta pada 24 Juli lalu, majelis hakim yang diketuai Albertina Ho memperberat hukuman Zarof dari 16 tahun menjadi 18 tahun penjara. Ia juga diwajibkan membayar denda Rp 1 miliar, subsider 6 bulan kurungan.
"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 18 tahun dan denda sejumlah Rp 1 miliar dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan," ujar hakim saat membacakan amar putusan banding.
Zarof dinyatakan bersalah melakukan permufakatan jahat dan menerima gratifikasi terkait vonis bebas Gregorius Ronald Tannur dalam kasus kematian Dini Sera Afrianti. Ia terbukti melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a dan Pasal 12B juncto Pasal 15 juncto Pasal 18 UU Tipikor.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5446325/original/025310000_1765878759-_SUC__The_Founder5_II_-_Unfinished_Business_-_14122025_-_6D_-_1128.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262484/original/068324800_1781816932-AP26169744189345-Swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8706226/original/084990600_1782782102-mahrez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9108027/original/057222500_1783044209-063_2284404573.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342603/original/068582000_1757396190-AP25248015186096.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107326/original/029939500_1783043802-063_2284407272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102315/original/016806000_1783041300-063_2284404120.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102311/original/030973200_1783041297-063_2284405483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3187421/original/067871800_1595417306-jaksa_agung__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/8259430/original/021843300_1781500763-menkeu-purbaya-terkejut-kejagung-berhasil-lacak-aset-eddy-tansil-48facb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6395987/original/093822900_1779270855-agar-tak-tertipu-ini-beda-uang-palsu-dan-asli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5753994/original/053180300_1778655561-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5229055/original/036165700_1747902982-Kejagung.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5559762/original/028853500_1776620224-Jaksa_Agung_Jaga_Desa.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5559739/original/029681100_1776614721-Jaksa_Agung.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491018/original/044975500_1770047214-Kepala_BGN_Dadan_Hindayana.jpg)