Survei LSI Denny JA: 66% Menolak Usulan Pilkada Dipilih DPRD

Dalam opini publik, ketika melewati batas 60% dari persetujuan publik, maka itu berarti efeknya itu sudah besar.

Diterbitkan 07 Januari 2026, 15:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Mayoritas masyarakat menolak usulan Pilkada dipilih oleh DPRD.
  • Survei LSI Denny JA menunjukkan 66,1% responden tidak setuju usulan tersebut.
  • Angka penolakan 66,1% ini dianggap tinggi dan masif oleh peneliti.

Liputan6.com, Jakarta - Hasil survei terbaru dari Lingkaran Survei Indonesia Denny JA menunjukkan mayoritas masyarakat tidak setuju usulan Pilkada dipilih oleh DPRD.

Survei terbaru dirilis pada Rabu (7/1/2026). Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adrian Sopa, mengatakan, sebanyak 66,1% respoden menyatakan menolak usulan tersebut.

“Hasilnya, 66,1% menyatakan kurang setuju, tidak setuju atau tidak setuju sama sekali. Kemudian ada 28,6% menyatakan setuju atau sangat setuju. Kemudian 5,3% menyatakan tidak tahu, tidak jawab,” kata Adrian.

Menurut Adrian, angka penolakan tersebut tinggi atau mayoritas.

"Jadi dari data ini kita bisa lihat bahwa di atas 65% menolak Pilkada DPRD. Angka ini bukan angka yang kecil, tetapi merupakan angka yang masif juga sistemik,” kata dia.

Adrian menyebut, dalam opini publik, ketika melewati batas 60% daripada persetujuan publik, maka itu berarti efeknya itu sudah besar.

“Jadi 66,1% adalah angka yang besar ya, publik tidak setuju Pilkada dipilih DPRD,” pungkasnya.

 

Metode Survei

Adapun survei dilakukan dengan metode Multi-stage Random Sampling melibatkan 1.200 responden. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner.

Sementara margin off error + 2.9 % dan waktu pengumpulan data pada 10-19 Oktober 2025.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6