PDIP soal Polemik Bantuan Asing: Ketika Ada Warga Dunia Jadi Korban, Indonesia Juga Aktif Membantu

Menurut Hasto, tawaran bantuan dari negara lain seharusnya dipandang sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.

Diterbitkan 29 Desember 2025, 17:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Hasto PDI-P: Kemanusiaan universal, bantuan asing harus diterima sebagai solidaritas.
  • Prabowo menolak bantuan asing, klaim Indonesia mampu tangani bencana sendiri.
  • Prabowo sebut Indonesia kuat dengan TNI, Polri, BNPB, Basarnas serta pengerahan alat.

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto turut menanggapi polemik perihal penolakan bantuan asing dalam penanganan bencana di Sumatra. Dia menegaskan, urusan kemanusiaan bersifat universal.

Hal itu disampaikan Hasto saat melepas tim kemanusiaan PDI Perjuangan untuk diberangkatkan ke wilayah bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

"Sebenarnya kemanusiaan itu universal. Kemanusiaan itu tidak berbicara tentang negara," kata dia kepada wartawan, Senin (29/12/2025).

Hasto mengatakan, ketika warga dunia tertimpa bencana, Indonesia juga kerap hadir memberi bantuan. Karena itu, tawaran bantuan dari negara lain seharusnya dipandang sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.

“Ketika ada warga dunia yang menjadi korban, Indonesia juga aktif membantu. Nah sehingga berbagai pintu-pintu kemanusiaan dari bangsa-bangsa lain itu juga sebaiknya dari apa yang dilaporkan dari tim relawan kami itu sebaiknya untuk dapat dibuka," ujar dia.

Bantuan itu, kata dia, datang dari empati dan kepedulian, bukan kepentingan politik. Dia menegaskan, sikap terbuka terhadap bantuan asing sejalan dengan peran aktif Indonesia di kancah internasional saat negara lain dilanda bencana.

“Karena Indonesia juga aktif memberikan bantuan-bantuan ke negara-negara lain ketika rakyatnya menjadi korban. Jadi universal sifatnya, tidak mengenal batas karena itu muncul dari hati nurani," tandas dia.

 

Tawaran Bantuan Asing

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa sejumlah pemimpin negara menghubunginya untuk menawarkan bantuan bencana banjir dan longsor di Sumatra.

Namun, Prabowo menyampaikan terima kasih dan menyatakan bahwa Indonesia masih mampu menangani bencana di Sumatra.

"Saya ditelepon banyak pimpinan kepala negara ingin kirim bantuan, saya bilang, 'Terima kasih, konsen Anda, kami mampu. Indonesia mampu mengatasi ini, ya," kata Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna yang dihadiri sejumlah menteri di Istana Negara Jakarta, Senin (15/12/2025).

Dia menuturkan bahwa Indonesia memiliki TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Basarnas yang kuat dalam menangani banjir Sumatra. Prabowo menyebut puluhan helikopter dan belasan pesawat terbang dikerahkan untuk mendistribusikan bantuan ke daerah-daerah terdampak bencana.

"TNI kuat, Polri kuat, BNPB kuat, Basarnas kuat. Mampu kita kerahkan puluhan helikopter dalam waktu singkat, belasan pesawat terbang. Ada tempat-tempat yang tiap hari BBM diantar dengan pesawat terbang, dengan Hercules. Ini hanya bisa oleh negara yang kuat," jelasnya.

 

Buka Akses

Menurut dia, pemerintah terus berupaya membuka akses darat ke desa-desa terdampak bencana yang masih terisolasi. Namun, helikopter TNI AU berusaha menembus lokasi-lokasi terisolasi untuk mendistribusikan bantuan kepada masyarakat.

"Ini adalah suatu hal yang perlu kita banggakan. Saya terus terang saja saya sebagai Presiden Republik Indonesia, saya bangga lihat aparat-aparat kita di setiap tingkatan berada di tengah rakyat," ujar Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6