Satpol PP Patroli Malam di Taman Daan Mogot Usai Heboh Dugaan Prostitusi Sesama Jenis

Pengawasan dilakukan karena lokasi itu diduga digunakan sebagai tempat praktik prostitusi sesama jenis.

Diterbitkan 15 November 2025, 16:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Satpol PP mengerahkan puluhan personel untuk mengawasi Taman Daan Mogot, Cengkareng Barat. Pengawasan dilakukan karena lokasi itu diduga digunakan sebagai tempat praktik prostitusi sesama jenis.

“Kita akan menempatkan petugas malam hari, itu sekitar kurang lebih 10 orang. Kalau untuk siangnya, kita patroli saja, patroli rutin,” kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan di Jakarta, Sabtu (15/11/2025).

Satriadi menjelaskan, pengamanan pada malam hari lebih ketat karena di lokasi tersebut berpotensi terjadi hal-hal yang kurang baik.

Selain patroli malam, Satpol PP Jakarta Barat juga telah memasang empat spanduk imbauan Perda 8 Tahun 2007 Pasal 42 tentang Ketertiban Umum (Tibum) di titik-titik rawan taman tersebut.

Spanduk berisi larangan dan sanksi bagi pelaku prostitusi dipasang pada Jumat (14/11/2025) malam dalam kegiatan yang dipimpin Kasatpol PP Kecamatan Cengkareng, Sukarlan.

Dalam operasi yang berlangsung pukul 23.00 WIB itu, Satriadi menjelaskan, petugas juga telah mengamankan dua pria yang diduga terlibat praktik asusila. Keduanya langsung dibawa ke Panti Sosial Kedoya untuk menjalani pembinaan sesuai prosedur.

Perbaikan Fasilitas

Satriadi menyebutkan, pihaknya kini melakukan koordinasi dengan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI terkait perbaikan fasilitas, termasuk penambahan lampu penerangan dan keberadaan pengamanan dalam (pamdal) taman. Pihaknya butuh dukungan dari Distambut karena mereka yang memegang aset dan pengamanan dalamnya.

Patroli di taman-taman yang kondisinya gelap itu juga dilakukan secara bergerak (mobile) dengan intensitas menyesuaikan tingkat kerawanan.

Untuk lokasi rawan, patroli dilakukan setiap satu jam. Sedangkan area yang dinilai aman dipantau dua jam sekali. Pengawasan ini akan terus dilakukan hingga kondisi taman kembali kondusif.

"Kalau sudah tertib, personelnya nanti bisa kami kurangi,” kata Satriadi.

Kesaksian Pedagang

Seorang pedagang kaki lima di area pertamanan Jalan Daan Mogot, bernama Acong menceritakan, aktivitas diduga prostitusi itu kerap terjadi menjelang tengah malam.

"Iya (prostitusi sesama jenis pria), orang-orang pada berhenti saja. Berhenti di situ motornya. (Aktivitas prostitusi dilakukan) di area yang gelap di sana. Itu benar (ada prostitusi sesama jenis pria)," kata Acong kepada wartawan di area pertamanan Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakbar, Kamis (13/11/2025). Dilansir Antara.

Dia menceritakan, biasanya para pria itu mulai berdatangan pukul 22.00 WIB. Hampir setiap malam.

Sepengetahuannya, aktivitas prostitusi sesama jenis di ruang publik itu bukan hal baru. Namun sampai dengan saat ini, belum ada penertiban dari pihak berwajib.

"Sudah lama,” singkatnya.

Dari wajah para pelaku, dia pun meyakini mereka bukan merupakan warga setempat.

"Bukan, bukan warga sini. Jadi dia datang, orangnya yang pakai motor. Berhenti di situ motornya. Nunggu di dalam semua (masuk ke area gelap). Saya mah ngelihatin doang," cerita Acong.

Kendati banyak pria yang datang ke lokasi tersebut dengan menggunakan sepeda motor, terkadang beberapa juga datang menggunakan mobil.

"Ada (mobil) kadang-kadang berhenti, tapi kebanyakan motor," tutur Acong.

Menurut pengamatannya, mereka berpakaian normal layaknya pria biasa. Sampai dengan saat ini belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak berwajib terkait aktivitas diduga prostitusi sesama jenis pria di lokasi tersebut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6