Kementrans Beberkan Program Unggulan 5 T, Gandeng Pengusaha Kembangkan Ekonomi di Wilayah Transmigrasi

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi memaparkan 5 Program Transformasi atau 5 T dalam rangka mendukung pembangunan nasional.

Diterbitkan 25 Oktober 2025, 21:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Wamen Transmigrasi paparkan 5 Program Transformasi (5T) dukung pembangunan nasional.
  • Program Patriot kirim 2.000 tim riset, monitoring, dan kembangkan ekonomi transmigrasi.
  • Kementrans dorong pengusaha lokal investasi di transmigrasi, libatkan masyarakat setempat.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi memaparkan 5 Program Transformasi atau 5 T dalam rangka mendukung pembangunan nasional. Program 5 T itu meliputi transmigrasi lokal, transmigrasi karya, transmigrasi Karya Dusa, transmigrasi Patriot dan transmigrasi Gotong Royong.

Pemaparan itu disampaikan Viva Yoga dalam acara Jogja Transmigrasi Run 2025 di Stadion Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Sabtu (25/10/2025).

"Ada transmigrasi tuntas. Menuntaskan lahan-lahan yang tumpang tindih. Kita selesaikan sampai Desember kita harapkan cepat selesai, harus selesai tuntas," ujarnya, Sabtu (25/10/2025).

Dalam sambutannya, Viva menyampaikan Program Patriot telah mengirimkan sebanyak 2.000 Tim Ekspesdisi Patriot di 154 Kawasan dari Sabang sampai Marauke pada tahun 2024.

Tim Ekspedisi Patriot terdiri 42 Profesor, 358 Doktor, 852 lulusan S1, S2, S3, dan sebanyak 750 mahasiswa ongoing memiliki tiga tugas pokok.

"Mereka (Tim Eskpedisi Patriot) punya tujuan dan punya tugas. Satu, melakukan riset dan pemetaan ekonomi. Dua, untuk melakukan monitoring, kendala apa saja yang ada di kawasan transmigrasi dan yang ketiga untuk pengembangan pelembagaan ekonomi yang cocok," jelas Viva.

Program Patriot juga telah bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi. Viva menegaskan komitmen Kementrans dalam mengelola kawasan transmigrasi secara kompeten dengan dukungan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

Langkah ini diharapkan dapat menciptakan percepatan eskalasi pertumbuhan ekonomi serta mendorong pergerakan ekonomi yang lebih akseleratif di berbagai wilayah transmigrasi.

"Kita berharap, bahwa Kementerian Transmigrasi yang baru ini, akan dapat memberikan manfaat yang luas buat masyarakat, bangsa dan negara. Bukan sekadar memindahkan orang, memindahkan masyarakat dari satu daerah yang padat ke daerah yang longgar, tapi kita lebih mementingkan pada aspek kesejahteraan," pungkasnya.

Gandeng Pengusaha Lokal

Kementrans juga mendorong para pengusaha lokal untuk berinvestasi di kawasan transmigrasi. Ajakan ini disampaikan Viva Yoga dalam pertemuan dengan Kamar Enterpreneur Indonesia (KEIN).

Pertemuan ini sebagai upaya mempercepat industrialisasi dan membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru. "Kami menawarkan agar pengurus dan anggota KEIN bisa menanam modal investasi di kawasan transmigrasi," ujar Viva.

Dia menjelaskan bahwa skema kerja sama ini akan melibatkan masyarakat setempat dan warga transmigrasi secara langsung.

"Mereka ikut didibatkan dalam proses untuk penanaman modal investasi, karena di kawasan transmigrasi sudah ada lahannya, sudah ada tenaga kerjanya, tinggal manajemen pengelolaan penanaman modalnya dengan model inti plasma yang harus bisa memberikan tingkat pendapatan lebih kepada masyarakat transmigrasi," jelasnya

Tim Eskpedisi Patriot akan melakukan riset serta pemetaan potensi ekonomi di berbagai kawasan transmigrasi untuk menentukan sektor usaha yang bisa dikembangkan bersama dengan pihak swasta.

"Jadi itu semuanya akan kita telaah secara lebih detail lagi yang mampu untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan juga ada add value baik bagi korporasi maupun bagi kawasan transmigrasi," pungkasnya

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6