Mendagri Buka Suara soal Isu 2 Desa Lepas ke Malaysia

Tito Karnavian menegaskan kabar dua desa Indonesia di Kalimantan lepas ke Malaysia tidak benar.

Diterbitkan 29 Juni 2026, 15:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Mendagri klarifikasi kabar dua desa Indonesia lepas ke Malaysia tidak benar.
  • Hanya sebagian lahan 127,3 hektare di Pulau Sebatik masuk Malaysia.
  • Indonesia justru diuntungkan, memperoleh 5.700 hektare di Sungai Simantipal.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian angkat bicara soal kabar dua desa Indonesia di Kalimantan lepas dan masuk ke wilayah Indonesia.

"Isu kadang-kadang dikatakan bahwa ada dua desa yang lepas masuk Malaysia, bukan seperti itu. Yang ada adalah ada bagian tanah dari desa itu yang masuk Malaysia, tapi yang masuk ke Indonesia, dari Malaysia yang masuk Indonesia juga jauh lebih banyak," kata dia dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR, di Jakarta, Senin (29/6/2026).

"Jadi kita sebetulnya diuntungkan," sambungnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) ini mengungkapkan, sebagian lahan seluas 127,3 hektare di Pulau Sebatik masuk ke wilayah Malaysia. Namun, sebagai kompensasi, Indonesia memperoleh wilayah dengan luas yang lebih besar.

Sementara itu, di segmen Sungai Simantipal, seluruh wilayah seluas 5.700 hektare disepakati masuk ke wilayah Indonesia.

"Yang dimaksud itu adalah 127 hektare itu ada di dua desa yang konsekuensinya masuk ke wilayah Malaysia, tapi kita mendapatkan kompensasi 5.700 hektare pada masuk ke dalam sisi Indonesia," jelas dia.

Karena itu, Tito meminta agar tidak ada lagi narasi yang menyebut dua desa hilang atau masuk ke wilayah Malaysia.

"Ini yang mohon apa kami klarifikasi dalam forum ini karena kadang-kadang menjadi apa isu di publik seolah kita kehilangan dua desa. Padahal desanya tidak hilang, yang hilang itu adalah sebagian tanahnya tapi kita mendapatkan lebih dari itu," kata Mantan Kapolri ini.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6