AHY Ungkap Potensi Besar Transmigrasi, dari Ekspor Durian hingga Industri

AHY mendukung program transmigrasi berbasis ekonomi, termasuk potensi ekspor durian hingga ratusan miliar rupiah.

Diterbitkan 15 April 2026, 21:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan dukungannya terhadap program Kementerian Transmigrasi yang difokuskan pada penguatan ekonomi kawasan.

Hal itu disampaikan AHY saat menghadiri pertemuan di Kantor Kementerian Transmigrasi, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (15/4/2026).

AHY menegaskan, program transmigrasi ke depan harus mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi.

Saat ini, terdapat dua program utama yang dijalankan Kementerian Transmigrasi, yakni revitalisasi dan transformasi kawasan. Kedua program tersebut diarahkan untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi daerah.

Salah satu potensi yang tengah didorong adalah ekspor durian dari Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

“Besok Pak Menteri Transmigrasi akan berangkat ke Kabupaten Parigi Moutong di Provinsi Sulawesi Tengah untuk melihat sekaligus mendorong ekspor durian, yang dalam kurun waktu 3 bulan katanya bisa bernilai mencapai nilai Rp400 miliar, dan artinya dalam satu tahun bisa lebih dari Rp1 triliun diekspor ke Tiongkok,” ujar AHY kepada wartawan.

 

Pentingnya Pembangunan Infrastruktur

Selain itu, AHY juga menyinggung pengembangan kawasan Barelang (Batam, Rempang, Galang) yang tengah ditata menjadi kawasan industri dengan potensi membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Jadi kami mendorong semoga ada link and match melalui program-program unggulan,” tambahnya.

AHY juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama di tengah dinamika global.

“5-10 tahun ke depan ini adalah menuju ketahanan dan swasembada pangan, energi, air, termasuk dalam pengembangan human capital (sumber daya manusia) melalui sektor pendidikan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan. Artinya kita ingin fokus membangun infrastruktur yang menjawab kebutuhan dan kepentingan itu,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur seperti bendungan, irigasi, jalan desa, hingga revitalisasi kampung nelayan menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.

 

Berikan Kepastian Hukum dan Nilai Ekonomi

Sementara itu, Menteri Transmigrasi, M Iftitah Sulaiman Suryanagara, menyampaikan program Trans Tuntas yang dijalankan pemerintah telah memberikan kepastian hukum sekaligus nilai ekonomi bagi masyarakat.

Dalam 1,5 tahun terakhir, lebih dari 13.000 Sertifikat Hak Milik (SHM) telah diserahkan kepada masyarakat di kawasan transmigrasi.

“Seperti apa yang terjadi di Kalimantan Selatan, setelah ditinggalkan bertahun-tahun kemudian di bawahnya ada batu bara. Akhirnya kembali lagi mengklaim, akhirnya karena memang milik mereka, menjadi konflik dengan perusahaan yang diberi izin tambang. Nah hal-hal itu yang kami coba selesaikan untuk mendapatkan satu rasa keadilan,” ujarnya.

Ia menegaskan, program transmigrasi tidak lagi sekadar memindahkan penduduk, tetapi juga membangun ekonomi berbasis potensi lokal agar kawasan tersebut berkembang dan menarik bagi masyarakat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6