Wamentrans Viva Yoga Ungkap 4 Mandat Presiden Prabowo, Transmigrasi Tak Sekadar Pindah Penduduk

Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi mengungkapkan, sejak era Presiden Seokadno hingga Presiden Prabowo, program transmigrasi telah melahirkan ribuan wilayah administratif baru.

Diterbitkan 19 Januari 2026, 00:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menegaskan, program transmigrasi di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak lagi sekadar memindahkan penduduk.

Tetapi juga menjadi instrumen strategis negara untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mendorong reforma agraria, memperkuat swasembada pangan, sekaligus menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi mengungkapkan, sejak era Presiden Seokadno hingga Presiden Prabowo, program transmigrasi telah melahirkan ribuan wilayah administratif baru yang kini menjadi fondasi pembangunan nasional.‎

"Dari zaman Presiden Sukarno sampai Presiden Prabowo, kita punya data tumbuh, lahir desa definitif sebanyak 1.567 desa, 466 kecamatan, 116 kabupaten kota, dan 3 Ibu Kota Provinsi, yaitu Provinsi Papua Selatan, Sulawesi Barat, dan Kalimantan Utara," ujar Wamentrans Viva Yoga Mauladi, di Balai Pengembangan Pemukiman Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) di Pekanbaru, Riau, Sabtu 17 Januari 2026.

Dia menegaskan, seluruh capaian tersebut merupakan hasil dari pergerakan aktivitas program transmigrasi yang terus berkembang lintas generasi.

Program ini, kata Viva Yoga, kini dijalankan berdasarkan empat mandat utama Presiden Prabowo Subianto sebagai arah baru kebijakan transmigrasi nasional.

 

Mandat yang Diberikan

Viva Yoga menjelaskan, mandat pertama Presiden Prabowo adalah menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui penempatan warga transmigrasi di wilayah-wilayah terpencil dan sunyi.

"Sesuai dengan amanat dari Bapak Presiden Prabowo, ada 4 amanat. Yang pertama adalah untuk menjaga negara kesatuan Republik Indonesia. Dengan penempatan warga trans di daerah yang sunyi, daerah yang terpencil, tidak ada bunyi suara klakson mobil, tapi mereka mengolah tanah tumbuh, dan mereka bisa menjaga kedaulatan tanah air dari intervensi dari luar," papar dia.

"Mereka bertemu juga dengan beberapa Suku, Adat, Istiadat, mengalami Akulturasi, mengalami Asimilasi melalui pernikahan, sehingga terjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, delega bangsa nya menjadi semakin kuat," sambungnya.

Viva menambahkan, pengembangan budaya dan adat istiadat melalui akulturasi dan asimilasi menjadi bagian penting dalam memperkuat persatuan bangsa.

"Pengembangan budaya, pengembangan adat istiadat melalui akulturasi dan asimilasi itu menjadi bagian yang tidak terpisahkan untuk memperkuat negara kesatuan Republik Indonesia," terang dia.

 

Reforma Agraria untuk Kesejahteraan

Mandat kedua, lanjut Viva Yoga, adalah tanggung jawab negara dalam reforma agraria melalui pemberian lahan kepada warga transmigrasi.

"Yang kedua adalah ada tanggung jawab dari negara dengan reforma agraria memberikan tanah kepada warga trans 1 hektar, 2 hektar, menjadikan tanah bukan sekedar tanah, tapi menjadi sumber ekonomi yang akan menghidupi dan diharapkan akan bisa meningkatkan pendapatan, bisa merubah kesejahteraan agar lebih baik," harapnya.

Mandat ketiga, lanjut Viva Yoga, menjadikan kawasan transmigrasi sebagai lumbung pangan nasional, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

"Yang ketiga, kawasan transmigrasi sebagian besar adalah juga menjadi lumbung pangan, terutama lumbung pangan beras di daerah indonesia Timur itu masih menjadi lumbung pangan beras dan ini berkontribusi untuk membangun Swasembada pangan," katanya.

 

Menciptakan Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Mandat keempat, lanjut Viva Yoga, adalah menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui pengembangan infrastruktur, industrialisasi, dan hilirisasi di kawasan transmigrasi.

"Dan yang keempat untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi baru. Melalui pengembangan infrastruktur kemudian melalui peningkatan pendapatan mengurangi kemiskinan terjadi aktivitas ekonomi melalui program industrialisasi hirilisasi di kawasan transmigrasi itu akan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional," ungkapnya.

Ia menegaskan, kawasan transmigrasi akan terus didorong menjadi motor penggerak ekonomi nasional.

"Jadi Kawasan Transmigrasi juga akan berkontribusi untuk dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dengan program-programnya untuk pengembangan infrastruktur kemudian untuk pengolahan UMKM pengolahan bisnis dari ekonomi kecil sampai industri yang bisa menyerap tenaga kerja dan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional," terang Viva Yoga.

Dia menyebut, transformasi program transmigrasi kini memasuki fase baru yang lebih strategis dan terarah.

"Jadi itulah beberapa hal penting berkaitan dengan kementerian transmigrasi untuk transformasi dan visi yang baru," pungkas Viva Yoga.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6