TNI: Massa Anarki saat Demo Terlihat Teroganisasi dan Terlatih

Kapuspen TNI Brigadir Jenderal TNI (Mar) Freddy Ardianzah mengatakan kelompok massa yang bertindak anarkis saat demonstrasi terlihat terlatih dan terorganisasi.

Diperbarui 05 September 2025, 19:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kelompok anarkis saat demo terlihat terlatih dan terorganisasi.
  • TNI fokus perbaiki dan perkuat sistem pengamanan fasilitas umum.
  • Sebanyak 3.195 orang diamankan, 55 ditetapkan tersangka kerusuhan.

Liputan6.com, Jakarta - Kapuspen TNI Brigadir Jenderal TNI (Mar) Freddy Ardianzah mengatakan kelompok massa yang bertindak anarkis saat demonstrasi terlihat terlatih dan terorganisasi.

Freddy merespons banyaknya masyarakat yang menduga aksi pembakaran dan perusakan fasilitas umum dilakukan orang yang sangat profesional karena terkesan rapi.

"Memang kalau kita amati untuk polanya terlihat terorganisasi dan terlatih ya," kata Freddy saat jumpa pers di Mabes TNI, Jakarta Timur, Jumat (5/9/2025).

Meski demikian, Freddy tidak mau menduga siapa pihak-pihak yang melatih aktor perusuh dan pelaku perusakan di tengah demo. Dia juga tidak mau berspekulasi siapa pihak yang menggerakkan massa hingga akhirnya tercipta situasi anarkis.

TNI Berbenah

Dia mengatakan TNI hanya fokus memperbaiki dan memperkuat sistem pengamanan agar peristiwa pembakaran fasilitas umum saat demonstrasi tidak terjadi lagi. Dengan perbaikan tersebut, TNI semakin siap dalam mendukung Polri menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Freddy menambahkan TNI juga akan terbuka dan menerima kritik masyarakat demi memperbaiki upayanya dalam menjaga stabilitas keamanan saat demonstrasi berlangsung.

"Kita terbuka bagi pengamat-pengamat yang memberikan sebuah masukan bagi kami untuk berbenah mengevaluasi diri juga agar kita lebih cermat, lebih antisipasi kemudian lebih siap dalam melaksanakan upaya-upaya pencegahan," jelas Freddy.

3.195 Orang Ditangkap, 55 Jadi Tersangka

Berdasarkan data yang diterima dari Mabes Polri, Senin (1/9/2025), sebanyak 3.195 orang diamankan di 15 Polda. Rinciannya, 387 telah dipulangkan, 2.753 dalam tahap pemeriksaan, dan 55 telah ditetapkan sebagai tersangka kerusuhan.

Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:

1. Polda Metro Jaya: 1.240 orang

2. Polda Jatim: 709 orang dengan 173 telah dipulangkan, 485 dalam tahap pemeriksaan, dan 51 ditetapkan tersangka

3. Polda Jateng: 653 orang dalam tahap pemeriksaan

4. Polda Jabar: 147 orang dengan 23 telah dipulangkan, 124 dalam tahap pemeriksaan

5. Polda Bali: 138 orang dengan 38 telah dipulangkan, 100 dalam tahap pemeriksaan

6. Polda Kalbar: 91 orang dengan 86 telah dipulangkan, 5 dalam tahap pemeriksaan

7. Polda Sumsel: 63 orang dalam tahap pemeriksaan

8. Polda DIY: 60 orang dalam tahap pemeriksaan

9. Polda Sumut: 50 orang dengan 48 telah dipulangkan, 2 dalam tahap pemeriksaan karena positif narkoba

10. Polda Jambi: 17 orang telah dipulangkan

11. Polda Banten: 15 orang dalam tahap pemeriksaan

12. Polda Sulbar: 6 orang dalam tahap pemeriksaan

13. Polda Papua Barat Daya: 4 orang ditetapkan tersangka

14. Polda Sulteng: 1 orang telah dipulangkan

15. Polda NTB: 1 orang telah dipulangkan.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • Tentara Nasional Indonesia (disingkat menjadi TNI) adalah nama untuk angkatan bersenjata dari negara Indonesia.
    Tentara Nasional Indonesia (disingkat menjadi TNI) adalah nama untuk angkatan bersenjata dari negara Indonesia.
    TNI
  • Berbagai aksi demonstrasi terjadi di Jakarta dan Yogyakarta pada pertengahan Juni 2026, melibatkan mahasiswa dan elemen masyarakat dengan tuntutan beragam serta lokasi yang berbeda.
    Berbagai aksi demonstrasi terjadi di Jakarta dan Yogyakarta pada pertengahan Juni 2026, melibatkan mahasiswa dan elemen masyarakat dengan tuntutan beragam serta lokasi yang berbeda.
    Demo
  • demo ricuh
  • Kerusuhan
  • Kericuhan
  • Massa