Massa Menumpuk di Perempatan TPU Karet Usai Kabar Ojol Tewas Terlindas Rantis Brimob

Penumpukan massa terjadi di Perempatan TPU Karet setelah beredar kabar seorang pengemudi ojek online meninggal dunia diduga terlindas mobil rantis Brimob.

Diterbitkan 28 Agustus 2025, 22:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Massa marah di TPU Karet akibat pengemudi ojol meninggal terlindas rantis Brimob.
  • Kematian pengemudi ojol memicu kericuhan di tengah demo DPR yang ricuh.
  • Aksi unjuk rasa di DPR ricuh, massa bentrok dengan polisi hingga Pejompongan.

Liputan6.com, Jakarta Imbas kabar seorang pengemudi ojek online meninggal dunia, diduga akibat terlindas mobil rantis Brimob, membuat massa yang berada di perempatan TPU Karet, Jakarta, menjadi marah.

Pantauan Liputan6.com, Kamis (28/8/2025) massa semakin menumpuk di Perempatan TPU karet, Jakarta. mereka mengamuk imbas kepada aparat imbas viralnya video kendaraan brimob melindas pengemudi ojol tersebut.

Mereka pun ada yang berteriak untuk waspada. "Awas intel, awas intel," kata sejumlah massa.

Sebelumnya, dikabarkan, seorang pengemudi ojol dilaporkan meninggal dunia.

"Betul. Ini baru satu kabarnya. Iya (meninggal)," kata Raden Igun.

 

Diduga Terlindas Mobil Rantis Brimob

Igun mengatakan, korban meninggal yang diketahui baru satu orang. Tapi, ada beberapa lagi yang dikabarkan alami luka-luka.

"Ada beberapa korban lagi. Saya lagi on the way di rumah sakit," ucap dia.

Dia mengatakan, korban meninggal diduga akibat terlindas mobil rantis Brimob.

"Betul terlindas rantis," ucap dia.

Demo DPR Ricuh Merembet ke Pejompongan

Sebelumnya, aksi unjuk rasa di depan DPR/MPR RI, Kamis (28/8/2025), ricuh. Usai dipukul mundur dari DPR, massa bergerak ke kawasan kolong Pejompongan dan bentrok kembali pecah.

Pantauan di lokasi, barikade polisi dipasang menutup jalan. Namun massa tak mundur. Mereka justru melempari petugas dengan batu dan petasan. Ledakan keras beberapa kali terdengar.

Situasi makin panas saat dua orang pengunjuk rasa nekat melempar bom molotov ke arah barisan aparat. Botol berisi bensin itu meledak dan menyulut api di tengah jalan.

Petugas langsung bereaksi. Dari atas mobil taktis, polisi menyemprotkan water canon untuk memadamkan api sekaligus membubarkan massa.

Hingga berita ini ditulis, polisi masih berusaha keras memukul mundur kerumunan yang terus melawan di sekitar Pejompongan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6