Cerita Bupati Manggarai, Gempa Lumpuhkan Listrik dan Akses Jalan Putus

Jalur Ruteng-Reo yang sempat tertutup longsor baru berhasil dibuka sekitar pukul 02.00 dini hari.

Diterbitkan 16 Agustus 2026, 11:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), turut melumpuhkan sejumlah layanan dasar warga. Listrik sempat padam hingga Sabtu (15/8/2026) sore, sementara akses internet dan sinyal telekomunikasi masih sulit di sejumlah wilayah hingga Minggu pagi.

Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit mengatakan, gangguan infrastruktur menjadi salah satu tantangan dalam penanganan warga terdampak gempa.

"Kemarin memang mati listrik sampai sore. Kemarin ada keterlambatan, terputus. Listrik baru tersedia tadi malam," ujar Herybertus saat dihubungi Liputan6.com, Minggu (16/8/2026).

Akses internet juga sempat terganggu. Menurut dia, layanan internet mulai kembali pada Sabtu sore. Namun hingga Minggu kondisi sinyal di sejumlah wilayah masih sulit.

Selain listrik dan komunikasi, akses transportasi juga terganggu akibat longsor yang menutup jalur Ruteng-Reo. Jalur Ruteng-Reo yang sempat tertutup longsor baru berhasil dibuka sekitar pukul 02.00 dini hari. Sementara itu, Jembatan Wae Pesi masih belum dapat dilalui banyak kendaraan.

Di tengah gangguan infrastruktur tersebut, pemerintah daerah masih fokus menangani warga yang mengungsi. Herybertus mengatakan persoalan pengungsian cukup berat karena warga tersebar di sejumlah lokasi.

Di Ruteng, kondisi terdampak cukup parah, termasuk kerusakan pada sejumlah kantor pemerintahan. Sementara di wilayah utara Manggarai, khususnya Reo, sebagian warga mengungsi ke beberapa titik dan sebagian lainnya memilih mendirikan tenda di sekitar rumah.

"Utara itu di Reo. Ada beberapa tempat penungsian, itu yang sedang kita tangani kemarin. Tapi di kecamatan lain juga ada warga yang tidak mengungsi, mereka hanya bangun tenda di samping rumah," kata Herybertus.

Pemerintah daerah juga sebelumnya mengarahkan warga di wilayah utara untuk menuju tempat yang lebih tinggi setelah adanya ancaman tsunami pada Minggu pagi.

"Sejak kemarin kami berusaha memberikan pengertian di utara ada ancaman tsunami kemarin pagi. Pagi kami arahkan naik ke tempat tinggi," ujarnya.

Korban Meninggal

Kapolsek Reo Ipda Joko Sugiarto menambahkan, posko medis yang disiapkan pemerintah kecamatan kini mulai didatangi warga yang mengalami luka akibat gempa.

"Untuk sementara, kita lakukan evakuasi terhadap pengungsi, buka tenda baru serta penangan medis. Sekarang banyak korban luka datangi posko medis yang disiapkan pemerintah kecamatan," kata Joko.

Menurut Joko, jumlah korban meninggal dunia di wilayah Kecamatan Reo dan Reo Barat mencapai 12 orang. Rinciannya, empat korban berada di wilayah Reo Barat.

"Total seluruhnya 12 untuk Kecamatan Reo, Reo Barat 4," ujarnya.

Selain korban jiwa, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan hingga roboh. Namun, proses pembersihan puing-puing belum dapat dilakukan karena petugas masih menunggu kedatangan alat berat.

Joko mengatakan akses menuju wilayah terdampak juga menjadi kendala. Longsor yang terjadi di Cibal menyebabkan akses dari Ruteng terhambat sehingga alat berat belum dapat masuk ke Reo.

"Rumah-rumah rubuh, kami belum melakukan pembersihan karena menunggu alat berat. Jalan longsor di Cibal, sehingga belum ada alat berat dari Ruteng," jelasnya.

Butuh Bantuan

Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan warga di lokasi pengungsian masih cukup besar. Polisi mencatat sejumlah kebutuhan mendesak, mulai dari bahan makanan hingga perlengkapan untuk bertahan di tenda pengungsian.

"Sembako, selimut, tenda terpal, obat-obatan. Beras, mi, dan telor, sarden," kata Joko saat ditanya mengenai bantuan yang dibutuhkan.

Sejumlah bantuan memang telah diterima warga, antara lain mi instan, air minum, dan tenda terpal. Namun, kebutuhan bahan pangan masih menjadi persoalan karena aktivitas perdagangan ikut terganggu.

Joko mengatakan sebagian toko masih tutup setelah gempa. Di sisi lain, terputusnya akses jalan membuat pasokan sembako ke wilayah Reo semakin sulit.

"Toko sebagian tertutup. Kendala di sembako. Sementara jalan terputus," sambung Joko.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6