Kemiskinan Bikin Bocah Raya Meninggal karena Tubuhnya Dipenuhi Cacing, Ini Kata Wamensos Agus Jabo

Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, mengatakan pihaknya turut berduka cita dan prihatin atas kejadian tersebut.

Diperbarui 20 Agustus 2025, 16:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kemensos menindaklanjuti kematian Raya (3) akibat infeksi cacing gelang.
  • Orang tua Raya dibawa ke Bandung untuk cek kesehatan; ayah TBC, ibu diduga gangguan mental.
  • Kemensos juga memeriksa kesehatan kakak Raya dan kondisi rumah yang memprihatinkan.

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) turun tangan menindaklanjuti kasus kematian Raya (3), bocah asal Sukabumi yang di sekujur tubuhnya dipenuhi cacing. Raya meninggal karena mengalami infeksi cacing gelang dalam jumlah banyak di badannya.

Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, mengatakan pihaknya turut berduka cita dan prihatin atas kejadian dialami bocah Raya. Saat ini, tim assessmet Kemensos sudah mendatangi lokasi.

"Saat ini tim kita sudah berada di sana, sudah ditangani tim Dinsos juga," kata Agus Jabo kepada Liputan6.com, Rabu (20/8/2025).

Ibu dan Ayahnya Diajak Berobat ke Bandung

Untuk ayah dan ibu dari Raya, katanya, sudah dibawa ke Bandung didampingi camat untuk dilakukan pengecekan kesehatan. Seperti diberitakan sebelumnya, ayah Raya menderita TBC, sedangkan ibunda diduga mengalami gangguan mental.

"Sama camatnya dibawa ke Bandung untuk berobat," ujarnya.

Jika hasil tes kesehatan menunjukkan ibu Raya benar mengalami gangguan kesehatan mental, tentu akan ada penanganan yang diberikan.

"Makanya kita investigasi dulu," kata dia.

Kesehatan Kakak Raya juga Dicek

Agus Jabo menambahkan, ternyata Raya memiliki seorang kakak berusia 7 tahun. Soal kondisi sang kakak, dia belum mengetahui detail karena tim sedang melakukan pengecekan dan penilaian.

"Belum ketahuan apakah ada sakit kayak adiknya atau tidak. Kalau memang butuh intervensi, kita bawa juga ke Sentra Phalamarta Sukabumi," ujarnya menambahkan.

Diakuinya, hasil peninjauan tim di lapangan, kondisi rumah Raya memprihatinkan. Namun dia belum merinci lebih jauh karena masih pendataan.

 

Raya Suka Main di Kandang Ayam

Kepala Desa Cianaga, Wardi Sutandi menjelaskan bahwa Raya hidup dalam kondisi yang serba terbatas. Raya sering bermain di kolong rumah panggung bersama ayam. Perkembangan motoriknya juga tergolong lambat.

"Sempat sakit demam. Sudah dibawa ke klinik, ternyata punya penyakit paru," kata Wardi.

Dari pemerintah desa, kata Wardi, sudah ada bantuan. Baik melalui Dinkes maupun Dana Desa.

"Berat badannya sempat naik dan kami rutin memberikan makanan tambahan," kata Wardi.

Dia, menambahkan, rumah keluarga Raya bahkan sempat hancur, lalu dibangun kembali oleh warga dan pemerintah desa. Namun, masalah psikologis orangtua membuat kondisi semakin sulit.

"Sayangnya, ketika kondisi Raya memburuk, keluarganya tidak segera membawanya ke rumah sakit. Mungkin mereka tidak menyangka keadaannya separah itu," ujar Wardi.

Wardi baru mengetahui kondisi kritis Raya setelah kabar tersebut viral, kemudian berkoordinasi dengan Rumah Teduh untuk pemakaman

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6