Aksi Demonstrasi Besar-besaran di Pati, Istana Turun Tangan

Prasetyo mengatakan, pemerintah pusat menghormati unjuk rasa besar-besaran yang dilakukan warga Pati sebagai bentuk protes atas kebijakan Bupati Pati.

Diperbarui 14 Agustus 2025, 11:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Mensesneg meminta warga Pati menahan diri saat demonstrasi besar-besaran.
  • Pemerintah pusat berkoordinasi dengan Bupati Pati dan Gubernur Jateng cari solusi.
  • Warga Pati menuntut Bupati Sudewo mundur terkait kebijakan kenaikan pajak 250%.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan telah berkomunikasi dengan Bupati Pati Sudewo terkait demonstrasi besar-besaran yang dilakukan warga hari ini, Rabu (13/8/2025). Prasetyo meminta masyarakat yang melakukan unjuk rasa untuk menahan diri.

"Kami selaku pemerintah pusat menaruh perhatian dan memohon kepada semua pihak untuk juga menahan diri. Bapak Bupati (Pati) juga secara personal kami juga berkomunikasi," kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (13/8/2025).

Minta Gubernur Jateng Ikut Cari Solusi

Tidak hanya pada Sudewo, Prasetyo menyebut pihaknya juga telah berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi untuk mencari solusi terbaik terkait polemik Bupati Pati.

Prasetyo memastikan, dirinya sejak awal telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait polemik kenaikan pajak 250 persen yang ditetapkan Bupati Pati.

"Kami terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Dan hari ini juga kita memonitor bahwa ada kegiatan unjuk rasa di Pati berkenaan dengan permasalahan kebijakan yang diambil oleh Bupati Pati," tuturnya.

Pemerintah Terus Pantau Perkembangan di Pati

Menurut dia, pemerintah pusat menghormati unjuk rasa besar-besaran yang dilakukan warga Pati sebagai bentuk protes atas kebijakan Bupati Pati. Prasetyo memastikan pemerintah terus memantau perkembangan yang terjadi di Pati.

"Juga kami tadi memonitor bahwa DPRD Kabupaten Pati juga menggunakan haknya, yaitu semua proses yang kita hormati dan Pemerintah Pusat akan terus memonitor dan berkoordinasi dengan semua pihak," jelas Prasetyo.

Seperti diketahui, massa aksi sudah berkumpul di Alun-Alun Pati sejak Rabu (13/8/2025) malam. Mereka menuntut agar Bupati Sudewo mundur dari jabatanya, karena dinilai tidak layak menjadi kepala daerah.

Sudewo pernah menantang masyarakat untuk mengelar demo. Dia tidak akan gentar menghadapi pendemo, walaupun yang berunjuk rasa sebanyak 50 ribu orang.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6