Liputan6.com, Jakarta - Budidaya ikan gurame menjadi salah satu peluang usaha perikanan air tawar yang menjanjikan karena memiliki nilai jual tinggi dan permintaan pasar yang relatif stabil. Namun, banyak pembudidaya menganggap biaya pakan sebagai pengeluaran terbesar yang dapat mengurangi keuntungan.
Padahal, gurame termasuk ikan yang cukup mudah dipelihara karena mampu memanfaatkan berbagai jenis pakan alami maupun pakan alternatif. Dengan pengelolaan yang tepat, pertumbuhan gurame tetap dapat berlangsung optimal tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pelet yang harganya relatif mahal.
Kunci keberhasilan budidaya gurame bukan hanya terletak pada pemberian pakan, tetapi juga pada pemilihan bibit, kualitas kolam, manajemen air, hingga perawatan rutin. Berikut beberapa cara budidaya gurame agar cepat besar tanpa pakan mahal yang dapat diterapkan, dihimpun Liputan6.com dari berbagai sumber pada Kamis (2/7).
Advertisement
1. Pilih Bibit Gurame Berkualitas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8976429/original/073197500_1782984103-15024299851374505060.jpeg)
Langkah pertama dalam budidaya gurame adalah memilih bibit yang sehat dan berkualitas. Gunakan bibit berukuran sekitar 2 cm dengan kondisi tubuh utuh, gerakan lincah, serta bebas dari luka maupun penyakit agar tingkat kelangsungan hidupnya lebih tinggi.
Jika memungkinkan, pilih jenis gurame soang atau gurame angsa karena dikenal memiliki pertumbuhan lebih cepat dibandingkan beberapa jenis gurame lainnya. Dengan perawatan yang baik, gurame jenis ini dapat mencapai ukuran konsumsi dalam waktu sekitar sembilan bulan.
Bibit sebaiknya berasal dari pembenih terpercaya agar kualitasnya terjamin. Bibit yang sehat akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru dan memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik selama masa pemeliharaan.
Advertisement
2. Siapkan Kolam dengan Kondisi yang Ideal
Kolam yang nyaman menjadi salah satu faktor utama dalam mempercepat pertumbuhan ikan gurame. Kolam dapat berupa kolam terpal maupun kolam beton, selama mampu menjaga kualitas air tetap stabil dan bersih.
Pastikan kolam memperoleh sinar matahari yang cukup dengan suhu air ideal sekitar 26–28 derajat Celsius. Sebelum benih ditebar, kolam sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu, kemudian diberi kapur pertanian sesuai kebutuhan untuk membantu menjaga kualitas air.
Tambahkan tanaman air seperti eceng gondok secukupnya untuk mengurangi paparan sinar matahari secara langsung sekaligus membantu menjaga keseimbangan ekosistem kolam. Tanaman tersebut juga dapat menjadi tempat berlindung bagi ikan.
3. Manfaatkan Pakan Alternatif yang Murah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814268/original/065287400_1780631863-16748699804316069778.jpeg)
Salah satu cara menghemat biaya budidaya adalah memanfaatkan pakan alternatif. Gurame dewasa termasuk ikan herbivora sehingga dapat mengonsumsi berbagai jenis daun sebagai sumber nutrisi.
Beberapa pakan alternatif yang dapat diberikan antara lain daun sente, daun talas yang telah dilayukan, daun singkong, daun pepaya, daun kangkung, daun sawi, daun ketapang, daun johar, daun lamtoro, hingga selada air. Variasi pakan membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ikan.
Selain daun-daunan, pembudidaya juga dapat memanfaatkan maggot Black Soldier Fly (BSF), ampas tahu fermentasi, keong, bekicot, dedak bekatul, jagung rebus, limbah pertanian, maupun ikan rucah sebagai sumber protein tambahan dengan biaya yang lebih ekonomis.
Advertisement
4. Tetap Gunakan Pelet Sesuai Kebutuhan
Meski memanfaatkan pakan alternatif, pelet tetap diperlukan terutama pada fase pembibitan. Benih gurame usia 30–45 hari dapat diberi pelet apung kode PF 800, sedangkan ukuran 4–7 cm dapat menggunakan PF 1000.
Pilih pelet dengan kandungan protein sekitar 25–30 persen agar kebutuhan nutrisi ikan tetap terpenuhi. Setelah gurame mulai besar, penggunaan pelet dapat dikurangi dan dikombinasikan dengan pakan alternatif untuk menekan biaya produksi.
Kombinasi antara pelet dan pakan alami membuat pertumbuhan ikan tetap optimal tanpa meningkatkan biaya pakan secara berlebihan. Strategi ini juga membantu ikan beradaptasi dengan berbagai jenis makanan.
5. Berikan Pakan dengan Jadwal yang Teratur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5473499/original/032237200_1768447175-Ternak_ikan_gurame_tanpa_pompa_besar__Gemini_AI_.jpg)
Frekuensi pemberian pakan sangat memengaruhi pertumbuhan ikan gurame. Idealnya, pakan diberikan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari.
Jumlah pakan perlu disesuaikan dengan ukuran dan umur ikan. Untuk benih, kebutuhan pakan sekitar 10 persen dari total bobot ikan, sedangkan gurame yang lebih besar memerlukan penyesuaian sesuai fase pertumbuhannya.
Pemberian pakan secara teratur membantu ikan tumbuh lebih merata sekaligus mengurangi sisa pakan yang dapat mencemari kolam. Bila diperlukan, tambahkan probiotik untuk membantu meningkatkan efisiensi pencernaan dan pertumbuhan ikan.
Advertisement
6. Jaga Kualitas Air agar Ikan Tetap Sehat
Air yang bersih menjadi faktor penting dalam keberhasilan budidaya gurame. Lakukan penggantian air secara berkala, minimal setiap dua minggu sekali atau ketika air mulai keruh dan berbau.
Sisa pakan yang tidak termakan harus segera dibersihkan agar tidak menurunkan kualitas air. Sirkulasi air yang baik juga membantu menjaga kadar oksigen dan mengurangi risiko munculnya penyakit.
Karena gurame menyukai air yang tenang, penggunaan aerator tidak selalu diperlukan. Yang terpenting adalah menjaga kondisi air tetap stabil dan tidak mengalami perubahan drastis.
7. Lakukan Perawatan dan Pemantauan Secara Rutin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5498345/original/028192900_1770703838-Gurame_Paris.jpg)
Perawatan kolam perlu dilakukan secara konsisten untuk mencegah munculnya penyakit. Amati kondisi ikan setiap hari agar gejala penyakit dapat diketahui sejak dini.
Jika terdapat ikan yang sakit, segera pindahkan ke kolam karantina yang telah diberi larutan garam untuk mengurangi risiko penularan ke ikan lainnya. Penanganan yang cepat akan meningkatkan peluang ikan pulih.
Selain itu, buat pencatatan mengenai jenis pakan, pertumbuhan ikan, hingga kondisi kesehatan selama masa budidaya. Catatan tersebut akan membantu mengevaluasi metode pemeliharaan sehingga budidaya gurame dapat berjalan lebih efisien dan menghasilkan panen yang maksimal.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Budidaya Gurame agar Cepat Besar Tanpa Pakan Mahal
1. Apakah ikan gurame bisa cepat besar tanpa hanya mengandalkan pelet?
Bisa. Pertumbuhan gurame tetap dapat optimal jika pelet dikombinasikan dengan pakan alternatif bergizi, seperti daun-daunan, maggot, ampas tahu fermentasi, keong, dan bekicot. Yang terpenting adalah kebutuhan nutrisi ikan tetap terpenuhi sesuai fase pertumbuhannya.
2. Pakan alternatif apa yang paling efektif untuk menekan biaya budidaya gurame?
Beberapa pakan alternatif yang banyak digunakan pembudidaya antara lain daun sente, daun pepaya, daun singkong, maggot Black Soldier Fly (BSF), ampas tahu fermentasi, dedak bekatul, serta keong atau bekicot. Bahan-bahan tersebut relatif mudah diperoleh dan memiliki kandungan nutrisi yang baik.
3. Berapa kali sehari ikan gurame sebaiknya diberi makan?
Idealnya, ikan gurame diberi pakan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. Pemberian pakan secara teratur membantu menjaga pertumbuhan ikan sekaligus mengurangi sisa pakan yang dapat menurunkan kualitas air kolam.
4. Jenis kolam apa yang cocok untuk budidaya ikan gurame?
Budidaya gurame dapat dilakukan di kolam terpal maupun kolam beton. Yang terpenting adalah kolam memiliki kualitas air yang baik, mendapat sinar matahari yang cukup, serta suhu air berada pada kisaran 26–28 derajat Celsius agar pertumbuhan ikan berlangsung optimal.
5. Bagaimana cara menjaga ikan gurame tetap sehat selama masa budidaya?
Kesehatan gurame dapat dijaga dengan rutin mengganti air kolam, membersihkan sisa pakan, memantau kondisi ikan setiap hari, serta segera mengisolasi ikan yang sakit ke kolam karantina. Perawatan yang konsisten akan membantu mengurangi risiko penyakit dan meningkatkan hasil panen.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491195/original/013645100_1770087761-Gemini_Generated_Image_txl12gtxl12gtxl1_2.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8898171/original/047299800_1782942914-Belgium_s_Romelu_Lukaku_senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258777/original/061126100_1781410099-lavender2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8978943/original/069259600_1782985199-3376147692317883669.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8974749/original/014234100_1782983409-Untitled5.jpg)