Kronologis Ledakan Pipa Gas Pertamina di Cidahu Subang, Dua Karyawan Alami Luka Bakar

Insiden kebocoran pipa gas terjadi pukul 04.20 Wib saat para karyawan Pertamina EP Regional 2 Zona 7 Field Subang melakukan aktivitas kerja sif 3 sebanyak 8 orang.

Diterbitkan 05 Agustus 2025, 09:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kebocoran gas di PT Pertamina EP Subang sebabkan ledakan pada pukul 04.20.
  • Dua petugas alami luka bakar, satu luka bakar 80%, satu luka bakar 9%.
  • Polisi amankan lokasi, data saksi, korban, koordinasi dengan Pertamina.

Liputan6.com, Jakarta - Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono membenarkan adanya insiden kebocoran gas yang menyebabkan ledakan di PT Pertamina EP Regional 2 Zona 7 Field Subang, Selasa (5/8/2025).

Berdasarkan kronologis, insiden terjadi pukul 04.20 Wib  saat para karyawan Pertamina EP Regional 2 Zona 7 Field Subang melakukan aktivitas kerja sif 3 sebanyak 8 orang.

"Mereka mendengar suara desis kebocoran gas, kemudian sebanyak 2 orang melakukan pengecekan terhadap suara tersebut, pada saat melakukan pengecekan pipa gas (masuknya gas) meledak dan menyebabkan korban (petugas yang memeriksa)," tulis Dony dalam keterangan diterima, Selasa (5/8/2025).

Dony mengatakan, suara ledakan terdengar sampai ke Kampung Babakan Desa Cidahu. Kemudian, dua orang yang menjadi korban menderita luka bakar bernama Asep Andan dengan luka bakar 80% dan Andi Irawan dengan luka bakar 9%.

"Para korban dibawa ke RS Hamori untuk dilakukan penanganan medis," jelas Dony.

Dony memastikan, saat ini penanganan dilanjutkan Tim Pertamina EP Regional 2 Zona 7 Field Subang. Mereka akan melakukan penanggulangan kebocoran gas tersebut.

"Pihak kepolisian sudah memgamankan lokasi kejadian, mendata saksi dan korban dan berkordinazi dengan Pertamina EP Regional 2 Zona 7 Field Subang," 

Semburan Api Buat Kaget Warga

Salah seorang warga, Ali Nurdin mengaku sempat kaget saat ledakan pertama terjadi.

“Ledakan pertama itu dentumannya keras sekali. Sekitar pukul 04.00 WIB,” ucap Ali saat di hubungi Liputan6.com, Selasa (5/8/2025).  

Ali mengatakan sebelum ledakan terjadi sempat terlihat semburan gas yang asalnya dari arah sumur pengeboran. “Semburannya itu buat api menyala-nyala, tinggi sekali,” kata dia. 

Dia pun khawatir semburan itu berdampak pada lingkungan disekitar rumahnya yang hanya berjarak sekitar 3 hingga 4 kilometer.

"Suara apinya menggelegar sekali," kata dia.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6