Lansia di Binjai Tewas Dibunuh Anak Angkat, Pelaku Sempat Rekayasa Seolah Korban Jatuh di Kamar Mandi

Pelaku sempat mengarang cerita bahwa korban terjatuh di kamar mandi.

Diperbarui 03 Agustus 2025, 10:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Lansia di Binjai tewas dibunuh oleh 'anak angkat' yang awalnya buat alibi palsu.
  • Keluarga curiga karena ATM hilang dan ada penarikan uang setelah korban meninggal.
  • Polisi menemukan tanda kekerasan di leher korban dan aliran dana ke pelaku.

Liputan6.com, Jakarta- Kisah pilu datang dari Kota Binjai, Sumatera Utara. Seorang wanita lanjut usia (lansia), Darmawati (71), tewas dibunuh oleh Chasrul Afandi (43), pria yang selama ini dianggap seperti anak angkat dan kerap membantu dalam kesehariannya.

Kasus pembunuhan ini awalnya tak mencurigakan. Pelaku sempat mengarang cerita bahwa korban terjatuh di kamar mandi. Visum luar yang dilakukan juga tak menemukan tanda kekerasan, sehingga jenazah Darmawati langsung dimakamkan.

"Korban yang belum menikah tersebut memang tinggal sendirian di rumahnya," kata Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Hizkia Siagian kepada wartawan, Minggu (3/8).

Kecurigaan mulai muncul saat pihak keluarga menyadari kartu ATM milik korban hilang. Setelah dicek ke bank, ditemukan fakta mengejutkan, ada penarikan uang bertahap dari rekening korban setelah dia meninggal dunia.

Tak tinggal diam, keluarga melapor ke Polres Binjai pada 20 Juli 2025. Penyelidikan pun mengarah ke Chasrul, yang memang terbiasa mengambil uang di ATM atas permintaan korban.

“Pelaku ditangkap pada 25 Juli. Dari hasil penyidikan, total uang korban yang diambil mencapai Rp53 juta,” ungkap Hizkia.

Pelaku Sempat Ikut Angkat Jenazah Korban

Setelah dugaan awal bahwa korban jatuh di kamar mandi, polisi melakukan ekshumasi makam dan hasilnya mengejutkan.

“Ditemukan tanda-tanda kekerasan, terutama di bagian leher,” ujar Hizkia.

Dari hasil pendalaman, diketahui aliran dana dari rekening korban mengarah langsung ke tersangka. Modus pelaku pun terungkap, dia memiting korban lalu membenamkan kepala korban ke ember berisi air hingga tewas.

Tak berhenti di situ, pelaku bahkan sempat beberapa kali datang ke rumah korban dan berpura-pura tidak tahu menahu. Dia lalu menciptakan skenario seolah-olah korban terpeleset dan jatuh di kamar mandi.

“Dia sempat ikut mengangkat jenazah, lalu kembali lagi ke rumah korban sekitar pukul 16.00 WIB dan mengabari keluarga bahwa korban ditemukan jatuh di kamar mandi,” ungkap Hizkia.

Sumber: Merdeka.com

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6