Sukses

8 Siswa Peserta APhO 2013 Tanpa Campur Tangan Pemerintah

Delapan siswa terbaik Indonesia di bidang fisika terpilih mewakili tanah air dalam ajang Asian Physics Olimpiad (APhO) 2013. Sebelum terpilih, mereka harus melewati serangkaian seleksi hingga dapat maju menjadi peserta APhO 2013.

Chairman Surya Institute Yohanes Surya mengatakan, pada 2000 hingga 2010, proses seleksi dilakukan bersama pemerintah dalam hal ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pemerintah melakukan seleksi melalui ajang Olimpiade Sains Nasional. Namun, sejak 2011 kerja sama itu sudah tidak berjalan lagi.

"Saat ini kami lakukan seleksi melalui undangan terbuka ke semua sekolah di seluruh Indonesia. Kami meminta sekolah mengirimkan siswa terbaiknya untuk ikut seleksi," katanya di Jakarta, Senin (15/4/2013).

Kedelapan siswa terpilih itu sudah dikarantina dan dibina oleh Surya Institute sejak Oktober 2012. Menurut Yohanes, ajang ini salah satu yang bergengsi di dunia. Karena kualitasnya justru lebih baik dari ajang internasional.

"Banyak peserta yang bilang soal di APhO lebih sulit dari IPhO (International Physics Olimpiad). Di APhO dapat perak, di IPhO bisa dapat emas. Soal yang diberikan pasti berbeda tiap tahunnya. Bahkan, riset para doktor PhD di luar negeri juga kami jadikan soal," ucapnya.

Para peserta yang berhasil mendapatkan medali pada APhO tak akan selesai sampai di situ. Universitas ternama di dunia sudah menunggu untuk menawarkan beasiswa pada para pemenang.

"Banyak yang memawari mereka beasiswa. banyak yang di MIT, Harvard. Dapat emas peluang beasiswa ke universitas terbaik dunia," tambahnya.

Sejak APhO digelar pertama kali pada tahun 2000, Indonesia berhasil meraih 23 medali emas, 15 medali perak, 27 medali perunggu, dan 35 honorable mention (Penghargaan Khusus).

Pada Asian Physics Olimpiad, setiap negara maksimal mengirimkan 8 orang siswa dan didampingi oleh maksimal dua orang pemimpin tim. Berikut 8 orang peserta dan pemimpin tim dari Indonedia dalam APhO 2013:

1. Himawan Wicaksono (SMA St Athertus, Malang)
2. Ryan Vitalis Kahko (SMA Rajawali,  Makassar)
3. Justian Harkho (SMA Santa Petrus,  Pontianak)
4. Josephine Monika (SMAK Penabur,  Gading Serpong, Tangerang)
5. Fidiya Maulida (SMAN 1 Pamekasan)
6. Aryani Paramitha (SMAK 3 Jakarta)
7. Andramica Prasetyo (SMA Taruna Nusantara)
8. Krista Nugraha (SMAK Penabur, Gading Serpong, Tangerang)

Pemimpin Tim:

1. Zainul Abidin, peraih medali perak pertama Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI 2000)
2. Panji Achmari, lulusan terbaik ITB tahun 2008 dan peraih honorable mantoin (Penghargaan Khusus) APhO tahun 2000. (Mut)