Sukses

Bom Bandara Soekarno-Hatta Memutuskan Kaki Yuli

Liputan6.com, Cengkareng: Ledakan bom di Terminal 2F Keberangkatan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pagi tadi, menyebabkan kaki sebelah kiri Yuli (17) putus dan harus diamputasi. Yuli yang seorang baby sitter di keluarga Jihan dan Silvia kini dirawat di Rumah Sakit Umum Tangerang, Banten. Dia tiba di RSU Tangerang pukul 07.15 WIB. Saat insiden terjadi, Yuli tengah mengantar anak majikannya yang akan ke Samarinda, Kalimantan Timur. Menurut pihak keluarga majikan, Yuli akan dipindahkan ke Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, untuk menjalani operasi serta dirawat bersama majikannya, Silvia, yang telah lebih dulu berada di sana [baca: Sebuah Ledakan Mengguncang Bandara Soekarno-Hatta].

Seperti diberitakan, sebuah ledakan mengguncang sekitar Terminal 2F Keberangkatan Dalam Negeri Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Ahad (27/4) pukul 06.30 WIB. Selain menghancurkan kaca-kaca kafe, restoran, dan ruang tunggu di terminal itu, sejumlah orang luka-luka. Enam korban di antaranya segera dilarikan ke RS Pantai Indah Kapuk, Jalan Pantai Indah Utara. Di antara mereka adalah keluarga Jihan--warga Jalan Penjernihan, Pejompongan, Jakarta Pusat--majikan Yuli. Sisanya dibawa ke RSUD Tangerang, termasuk Yuli.

Manajer Klinik RS Pantai Indah Kapuk dokter Peter Budi mengatakan, dari sejumlah pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut, kemungkinan besar cuma tiga pasien yang harus dirawat inap. Sisanya yang tiga lagi sudah bisa diperbolehkan pulang, termasuk Yove Neil, putra Jihan Mulkan, yang berusia delapan bulan. Yove kini sudah berada di rumah. Dia tiba sekitar pukul 12.15 WIB. Sedangkan kedua orang tuanya Silvi dan Jihan masih dirawat di RS Pantai Indah Kapuk karena luka parah di kaki.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti bahan dan jenis ledakan. Menurut Kepala Polri Jenderal Polisi Da`i Bachtiar yang langsung menuju lokasi kejadian, ledakan berjenis low explosive. Tapi, dia belum berani memastikan ledakan berasal dari sebuah bom atau dari bahan lain. Da`i menduga pelakunya berasal dari tiga kelompok: anggota kelompok separatis Gerakan Aceh Merdeka, kelompok yang terlibat peledakan di Bali, atau bisa juga kelompok baru.

Sejumlah saksi mata menyebutkan, bom berada dalam sebuah kantong plastik dekat restoran cepat saji Kentucky Fried Chicken. Asun dan Dede, dua orang yang berada di tempat kejadian saat bom meledak mengaku hingga siang ini masih merasakan getaran bom pada telinganya. Menurut mereka, saat bom meledak, suasana di bandara belum diramaikan orang. Cuma ada calon penumpang dan beberapa orang, yang sepertinya keluarga calon penumpang, tengah duduk-duduk di bangku. &quotSetelah kejadian, saya langsung telepon ibu, bos, terus saya ditanyain sama petugas. Saya juga sempat ngeliat korban. Ada dua yang parah,&quot kata Dede.

Dari pemantauan SCTV, situasi di Terminal 2F tampak normal. Tak ada penundaan jadwal penerbangan. Semua pesawat berangkat sesuai jadwal. Penumpang juga terlihat tetap memadati tempat penjualan tiket. Grace Simon, seorang penyanyi yang kebetulan berada di bandara mengaku tak panik, meski ledakan bom tetap membuatnya khawatir.

Ledakan bom membuat pengamanan di Bandara Soekarno-Hatta diperketat. Sejumlah anggota Tim Laboratorium dan Forensik Mabes Polri dan Polda Metro Jaya juga masih menyidik lokasi kejadian. Ada juga personel polisi yang membawa anjing pelacak. Rencananya, di lobi khusus pengunjung dan calon penumpang akan dipasang detektor logam.(SID/YYT/Tim Liputan 6 SCTV)