Anne Avantie Ubah Kain Perca Batik Jadi Jubah Kanak-Kanak Yesus untuk Misi Perdamaian di Praha

Pemilihan material tersebut menjadi bagian penting dari filosofi yang ingin Anne Avantie sampaikan melalui karyanya.

Diterbitkan 21 Oktober 2026, 13:04 WIB
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Anne Avantie merancang jubah "Tresna Suci" untuk Kanak-Kanak Yesus di Praha.
  • Karya ini dari perca batik, melambangkan persatuan, ketulusan, dan spiritualitas.
  • Jubah ini membawa pesan kasih, toleransi, dan perdamaian dari Indonesia ke dunia.

Liputan6.com, Jakarta - Desainer kenamaan Anne Avantie menuangkan filosofi kehidupan, ketulusan, dan doa dalam sebuah karya bertajuk Tresna Suci. Melalui rancangan jubah untuk Kanak-Kanak Yesus yang akan dipersembahkan di Praha, Republik Ceko, Anne ingin menyampaikan pesan kasih dan perdamaian melalui warisan budaya Indonesia.

Anne mengungkapkan bahwa proses pembuatan jubah itu bukan sekadar aktivitas merancang busana. Baginya, setiap karya harus memiliki jiwa dan mengandung makna spiritual yang dapat dirasakan oleh orang lain.

"Saya ingin ketika kita membuat sesuatu itu ada nyawa. Ketika membuat sesuatu, saya merasa ada sisi spiritual," ujar Anne Avantie di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).

Dalam mewujudkan Tresna Suci, Anne memilih menggunakan potongan-potongan kain batik dari berbagai perjalanan hidupnya. Alih-alih memakai bahan baru yang utuh, ia merangkai kain perca dengan beragam motif menjadi sebuah busana yang memiliki cerita tersendiri.

"Saya mencoba merangkai serpihan-serpihan kehidupan. Saya tidak membuat dari bahan utuh, tetapi dari perca-perca kain yang berbeda-beda," jelasnya.

Pemilihan material tersebut menjadi bagian penting dari filosofi yang ingin Anne sampaikan melalui karyanya. Ia mengolah sisa-sisa kain menjadi sebuah persembahan yang tidak hanya mengedepankan keindahan, tetapi juga membawa pesan tentang ketulusan dan persatuan.

Pesan di Balik Tresna Suci

Anne pun menyadari bahwa karya tersebut tidak sepenuhnya sempurna, terlebih karena material yang digunakan berasal dari kain-kain sisa. Meski demikian, ia berharap nilai yang terkandung di dalamnya dapat melampaui penampilan fisik busana itu sendiri.

"Hari ini saya mengantarkan sebuah karya yang pasti tidak sempurna, apalagi dari bahan-bahan sisa," ungkap Anne.

Bagi Anne, Tresna Suci menjadi kesempatan menyampaikan pesan persatuan melalui sebuah karya. Ia menyematkan filosofi yang menggambarkan pentingnya menyatukan perbedaan, bukan justru menciptakan perpecahan.

"Jadilah jarum yang menyatukan, jangan menjadi gunting yang memisahkan," tutur Anne.

Persembahan Penuh Kasih dari Tanah Air

Ketua Panitia Misi Religi, Maryati, menjelaskan bahwa proyek ini tidak sekadar memperkenalkan karya busana Indonesia ke panggung internasional. Lebih dari itu, *Tresna Suci* menjadi persembahan yang membawa pesan kasih dari Tanah Air kepada Kanak-Kanak Yesus di Praha.

"Jika sebuah busana dapat berbicara, pesan apa yang akan disampaikan ke dunia. Kami tidak hanya ingin mengenalkan busana dari Indonesia. Kami ingin menyampaikan tentang iman, kasih dan perdamaian. Sebuah pesan kasih dari Indonesia, yang dipersembahkan kepada Kanak-Kanak Yesus di Praha," tutur Maryati.

 

Diharap Jadi Representasi Indonesia

Melalui misi budaya dan religi ini, Komunitas Kebaya Menari selaku inisiator, berharap masyarakat internasional dapat mengenal Indonesia sebagai bangsa yang menjunjung tinggi toleransi dan persatuan. Persembahan tersebut juga diharapkan menjadi simbol perdamaian saat diserahkan di Gereja Bunda Maria yang Berjaya di Praha.

"Kami berharap karya ini dapat menjadi representasi Indonesia, yang penuh keindahan dan makna bagi mata dunia. Lebih dari itu, persembahan ini membawa pesan toleransi, persatuan, dan perdamaian," pungkas Maryati.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Eby Rilis Lagu 'Jangan Hapus Rasa', Perpaduan R&B dan Dangdut

m.altaf.jauhar, Ratnaning AsihTim Redaksi
Copy Link
Batalkan