Sukses

Top 3 News: Respons Jokowi soal Survei Sebut Dirinya Maju Lagi 3 Periode

Liputan6.com, Jakarta Hasil survei yang mengatakan nama Joko Widodo atau Jokowi kerap berada di posisi pertama pilihan rakyat untuk Presiden memunculkan analisa bahwa dirinya akan maju lagi tiga periode.

Namun, belakangan Jokowi dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada jabatan presiden untuk tiga periode karena tidak sesuai dengan Undang-Undang (UU). Berita ini terpopuler pertama di top 3 news, Selasa, 8 Juni kemarin.

Sementara itu, Parameter Politik Indonesia belum lama ini juga merilis hasil surveinya terkait jabatan presiden tiga periode. Hasilnya lebih dari 40 persen menyatakan menolak jabatan tiga periode untuk presiden terpilih.

Lantas, seperti apa penanganan lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dan Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur?

Untuk kasus positif Covid-19 di Kudus, dilaporkan ada 60 desa dari total 132 desa/kelurahan di Kudus masuk kategori zona merah. Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, penyebab lonjakan tersebut adanya kegiatan ziarah.

Guna mengatasi peningkatan kasus positif, pemerintah menurunkan para tenaga medis, baik dokter dan perawat untuk menangani pasien. Hal ini disebabkan tak sedikit pula tenaga kesehatan yang ikut terpapar.

Selain itu, pemerintah juga telah memberikan 50 ribu vaksin untuk disuntikkan kepada warga yang terpapr Covid-19.

Berita terpopuler lainnya terkait elektabilitas Partai Demokrat dan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang berdasarkan hasil sejumlah lembaga survei dikatakan meningkat. 

Akhir Mei 2021, Partai Demokrat berada di posisi keempat dengan elektabilitas 8,4 persen. Survei ini dikeluarkan oleh Parameter Politik Indonesia. 

Terkait hasil survei tersebut, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengamini elektabilitas AHY dan Partai Demokrat memingkat. 

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Selasa, 8 Juni 2021

2 dari 5 halaman

1. Jokowi Tegaskan Tidak Ada 3 Periode Presiden: Harus Gimana Lagi Ngomongnya

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menegaskan tidak ada tiga periode jabatan Presiden Republik Indonesia. Jokowi menolak analisa-analisa bahwa dirinya akan maju 3 periode .

"Mau berapa kali saya bilang, saya pernah ngomong apa? (Tidak sesuai UU). Apa lagi? (menampar muka sendiri), yang muda-muda dan pintar-pintar kan banyak. Saya ini sudah jadul dan usang," tegas Jokowi dalam pertemuan dengan pimpinan media di Istana Merdeka, Senin (7/6/2021).

Mengenai hasil survei kinerja Jokowi yang selalu nomor satu sehingga muncul analisa dirinya akan maju lagi 3 periode, menurut Jokowi itu bukan berarti dia akan maju lagi.

"Harus gimana lagi ngomongnya, maunya ini saya ngomongnya gimana lagi,” tanya Jokowi sambil geleng-geleng kepala.

 

Selengkapnya...

3 dari 5 halaman

2. HEADLINE: Lonjakan Kasus Covid-19 di Beberapa Daerah, Penanganannya?

Lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dan Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur tengah menjadi sorotan. Terdapat 60 desa dari total 132 desa/kelurahan di Kudus masuk kategori zona merah risiko penularan virus corona.

Sementara di Bangkalan, Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah Syarifah Ambami Rato Ebu (RSUD Syamrabu) terpaksa lockdown karena tidak sanggup menampung lonjakan pasien.

Hanya dalam waktu sepekan lebih, keterisian tempat isolasi rumah sakit di daerah tersebut meningkat drastis. 

“Kudus yang sebelumnya rumah sakitnya hanya terisi sekitar 40-an, kemudian dalam satu setengah minggu terakhir naik cukup tinggi sampai sekitar 350-an. Demikian juga di Bangkalan, yang tadinya tempat tidur isolasinya terisi pasien sekitar 10-an, sekarang juga dalam satu setengah minggu naik ke angka 70 sampai 80-an," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers virtual, Senin (7/6/2021).

Budi mengungkapkan, penyebab peningkatan kasus Covid-19 di Kudus yakni kegiatan ziarah. Sedangkan di Bangkalan dipicu banyaknya pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru pulang ke kampung halamannya.

 

Selengkapnya...

4 dari 5 halaman

3. Elektabilitas Partai Demokrat dan AHY Naik, Ini Respons Moeldoko

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengucapkan amin atas naiknya elektabilitas Partai Demokrat dan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berdasarkan hasil sejumlah lembaga survei.

"Amin," ujar Moeldoko singkat, saat dimintai tanggapannya perihal meningkatnya elektabilitas Partai Demokrat akibat pengaruh Moeldoko Effeck, ketika melakukan kunjungan kerja di Lombok, NTB, Senin (7/6/2021).

 

Sebelumnya, survei terbaru Parameter Politik Indonesia menunjukkan peningkatan elektabilitas Partai Demokrat dan Ketum AHY.

Berdasarkan hasil survei terbaru yang dilakukan pada akhir Mei, Partai Demokrat berada di posisi keempat dengan elektabilitas 8,4 persen.

 

Selengkapnya...

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: