Sukses

Metro Sepekan: Cerita Pilu Penumpang Ojol dan Santri Tangerang yang Lumpuh

Liputan6.com, Jakarta Kecelakaan nahas belum lama ini terjadi di tengah kemacetan akibat ruas jalan Daan Mogot yang ambles. Seorang ibu tewas terlindas truk usai terjatuh dari ojek online yang ditumpanginya.

Polres Metro Tanggerang menyatakan, kejadian tersebut terjadi lantaran motor ojek online yang membonceng korban bersenggolan dengan pemotor lain. 

Berita metro sepekan hari ini juga diwarnai cerita pilu dari seorang santri di Tangerang yang tertabrak truk tanah hingga lumpuh. Kaki kanan Hasaniyah Rawalini hancur saat terlindas truk tanah, Selasa pagi, 14 Januari 2020.

Peristiwa ini menuai gelombang protes dari ratusan santri dari berbagai pesantren di Teluknaga, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten. Mereka menutup Jalan Kampung Melayu yang menghubungkan Kota Tangerang dengan Kabupaten Tangerang hingga lalu lintas sempat lumpuh.

Kebijakan Bupati Tangerang soal jam operasional truk tanah atau kendaraan bermuatan besar juga disuarakan. Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menentukan jam operasional Kendaraan angkutan barang pada pukul 22.00 WIB sampai pukul 05.00 WIB.

Meski telah ditetapkan jam batas operasional truk bertonase besar, kecelakaan masih kerap terjadi hingga tak sedikit menyebabkan nyawa warga melayang. 

Lantas, apa kata Ahok saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diminta mundur?

Berikut ulasan berita-berita metro yang paling banyak dicari pembaca Liputan6.com selama sepekan lalu:

 

2 dari 5 halaman

Penumpang Ojol Tewas Terlindas Truk di Jalan Daan Mogot

Seorang ibu penumpang ojek online (ojol) tewas terlindas tronton. Kecelakaan maut itu terjadi tepat di depan Lapas Wanita, Kota Tangerang, Senin pagi, 13 Januari 2020.

"Korban jatuh ke sisi kanan, sementara pengemudi jatuh ke kiri. Di sisi kanan melintas tronton, melindas korban," ungkap Kasat Lantas Polres Metro Tangerang, AKBP Agung Pitoyo.

Korban tewas di lokasi kejadian, sementara pengemudi ojek online tersebut selamat dan hanya shock berat. Apalagi, di jaket pengemudi ojol itu terdapat cipratan darah penumpangnya.

Saat berita ini diturunkan, jasad korban  belum diketahui identitasnya. Sementara itu, polisi juga tengah menelusuri keluarga dari penumpang ojek online yang menjadi korban.

"Petugas masih melakukan pendataan dan korban masih menunggu untuk dievakuasi. Keluarga korban juga tengah berusaha dihubungi," ungkap Kasat.

Saat kecelakaan nahas itu terjadi, Jalan Daan Mogot tengah dilanda kemacetan parah. Kemacetan mengular panjang dari arah Tangerang menuju Jakarta Barat akibat perbaikan jalan ambles di bawah jempatan penyebrangan orang (JPO) depan SDN Inpres Tanah Tinggi II, Daan Mogot, Kota Tangerang.

3 dari 5 halaman

Ratusan Santri Tutup Jalan di Tangerang, Kenapa?

Ratusan santri dari berbagai pesantren di Teluknaga, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten menggelar aksi demo dan menutup Jalan Kampung Melayu. Aksi tersebut merupakan buntut adanya seorang santri yang tertabrak truk tanah hingga lumpuh.

Pantauan di lokasi unjuk rasa, ratusan santri tampak mengenakan baju serba putih sambil berselawat. Sebagian massa tampak duduk di tengah jalan, dan sebagian lainnya berdiri.

Orasi yang disuarakan oleh orator meminta Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar turun dari jabatannya lantaran dinilai tidak bisa menerapkan Peraturan Bupati soal jam operasional truk tanah atau kendaraan bermuatan besar.

"Turunkan bupati! Turunkan bupati! Turunkan bupati!," teriak kompak para santri dipimpin oleh sang orator, Rabu, 15 Januari 2020. 

Diketahui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang sudah membatasi jam operasional kendaraan barang yang melintasi ruas jalan di wilayahnya. Pembatasan ini dituangkan dalam Peraturan Bupati Tangerang Nomor 46 Tahun 2018 tentang Pembatasan Waktu Operasional Mobil Barang pada ruas Jalan di wilayah Kabupaten Tangerang.

Bukan kali ini saja, truk bertonase berat memang kerap memakan korban luka berat di kawasan Teluknaga. Bahkan tak sedikit nyawa warga melayang karena truk besar yang tetap nekat melintas pada siang hari.

4 dari 5 halaman

Anies Diminta Mundur, Apa Kata Ahok?

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku tak mengetahui adanya demonstrasi kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.  Demonstran menuntut Anies mundur dari jabatannya karena dianggap gagal mengatasi masalah banjir di ibu kota.

"Kalau soal demo aku enggak tahu," ucap Ahok di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Komisaris Utama Pertamina itu menyebut dirinya sudah menjadi lulusan Rumah Tahanan Markas Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok. Ahok mengaku sudah lupa soal demonstrasi.

"Aku kan sudah lulusan Mako Brimob, sudah lupa aku," kata Ahok.

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Pengemudi Ojol Tolak Pembatasan Sepeda Motor di Jalan Nasional
Artikel Selanjutnya
Didemo Ojek Online, Pimpinan DPR Janji Panggil Nurhayati Monoarfa